Padang – DPRD Kota Padang menargetkan pengesahan RAPBD 2026 tepat waktu pada 24 November mendatang.
Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang bersama TAPD intensif membahas RAPBD 2026 untuk menekan defisit anggaran.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan pembahasan RAPBD terus berjalan intensif.
Defisit RAPBD 2026 berhasil ditekan dari Rp500 miliar menjadi Rp20 miliar.
Salah satu cara yang ditempuh adalah mengurangi dan menunda belanja. Beberapa pos pengeluaran dialihkan ke APBD Perubahan 2026 atau tahun anggaran 2027.
Pinjaman daerah menjadi opsi untuk menjaga kesinambungan program pembangunan. Kebijakan ini telah melalui kajian mendalam.
Pinjaman Rp81 miliar akan dialokasikan untuk kegiatan strategis dan prioritas, seperti pembenahan Pasar Raya, revitalisasi kawasan Kota Tua, serta perbaikan trotoar di sepanjang kawasan Pantai Padang.
Banggar DPRD bersama TAPD berkomitmen menjaga APBD 2026 tetap rasional dan berkeadilan. Tujuannya agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan tanpa membebani keuangan daerah di masa depan.











