Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) berencana menambah 30 trainset baru hingga tahun 2027. Langkah ini diambil untuk mengganti armada yang sudah tua sekaligus meningkatkan kapasitas angkut penumpang.
Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary KCI, menjelaskan bahwa sebagian trainset baru akan menggantikan armada lama. Sementara sisanya akan digunakan untuk menambah kapasitas layanan.
Penambahan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang pada November 2025 lalu mengumumkan suntikan dana Rp 5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI), induk KCI, untuk penambahan 30 gerbong kereta.
Direktur Utama PT KCI, Mochamad Purnomosidi, menyatakan jumlah pasti armada yang akan diganti masih dalam tahap pembahasan. Namun, ia memastikan jumlahnya lebih dari 30 unit.
Saat ini, KCI tengah melakukan kajian mendalam terhadap kondisi fisik kereta untuk menentukan prioritas penggantian. Aspek keselamatan penumpang menjadi perhatian utama.
Purnomosidi belum memberikan detail mengenai sumber pendanaan pengadaan trainset. KCI sedang melengkapi administrasi dan menunggu arahan terkait pembiayaan.
Opsi pembiayaan yang dipertimbangkan meliputi Penyertaan Modal Negara (PMN) atau skema keuangan lainnya. "Sampai hari ini kita belum mendapatkan arahan terkait dengan bagaimana metode nanti mentransaksikan yang Rp 5 triliun ini," ungkap Purnomosidi.
Selain pengadaan 30 trainset baru, KCI juga berencana mengganti 12 trainset lama dengan unit produksi PT Industri Kereta Api (INKA) Persero pada tahun ini.
Saat ini, empat trainset tua telah diganti dengan produksi INKA. Sisa 12 unit kereta INKA masih dalam proses pengujian. Dengan demikian, total 16 kereta akan diganti tahun ini.
Penggantian trainset saat ini difokuskan pada rute Bogor dan Cikarang. Rute ini telah menerapkan formasi 12 gerbong dalam satu rangkaian (SF12).
KCI juga mendorong Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan daya listrik di rute Rangkasbitung. Tujuannya adalah agar rute tersebut dapat mendukung operasional SF12 dan meningkatkan jumlah penumpang.
Pembiayaan penggantian kereta sebagian berasal dari PMN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan PT KAI menerima PMN sebesar Rp 2,27 triliun, dengan Rp 1,8 triliun dialokasikan untuk pembelian trainset.
Purnomosidi menargetkan 12 kereta baru pengganti akan tiba secara bertahap di Jakarta dan mulai beroperasi pada Juni mendatang. "Jadi nanti setiap bulan akan datang lagi satu atau dua," jelasnya.
PT INKA saat ini sedang melakukan pengujian terhadap trainset 5 dan 6 dengan jarak tempuh 45 ribu kilometer. Purnomosidi menekankan pentingnya pengujian yang berjalan lancar. Jika terdapat kendala, PT INKA harus mengulang proses pengujian.











