Jakarta – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk melindungi pelanggan dari penipuan online. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi panggilan, pesan, dan tautan mencurigakan yang mengarah pada spam dan scam, sebagai respons terhadap peningkatan kasus penipuan online di Indonesia.

Data Global Anti-Scam Alliance (GASA) menunjukkan hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menjadi target penipuan online, dengan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam setahun terakhir. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat kerugian akibat penipuan mencapai Rp9,1 triliun sejak November 2024 hingga Januari 2026.

Direktur Utama dan Kepala Eksekutif Indosat, Vikram Sinha, menjelaskan fitur ini merupakan hasil kolaborasi dengan Tanla melalui platform Wisely AI. "Kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif," kata Sinha, Jumat (6/2/2026). "Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman siber sebelum berdampak pada pelanggan," imbuhnya.

Data internal Indosat mengungkap modus penipuan yang paling sering terjadi adalah melalui OTP, phishing, dan undian palsu via SMS serta panggilan suara. IOH mencatat, aktivitas mencurigakan cenderung meningkat menjelang hari raya, musim belanja online, dan saat pencairan bantuan sosial.

Sejak diluncurkan enam bulan lalu, fitur perlindungan ini telah diaktifkan oleh lebih dari 2,5 juta pelanggan dan mengidentifikasi lebih dari 124 ribu nomor yang terindikasi melakukan penipuan online. Pelanggan IM3 dapat memanfaatkan layanan SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), sementara pelanggan Tri dapat menggunakan fitur TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.

Fitur-fitur lain yang tersedia termasuk auto blokir SMS penipuan, deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP, dan notifikasi pop-up untuk panggilan telepon dengan tingkat risiko tertentu. Pelanggan juga akan menerima ringkasan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi dan integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+.

Sinha menambahkan bahwa modus kejahatan digital semakin beragam dan mengancam banyak orang Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *