Bengkulu – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu berinovasi mengubah limbah uang kertas menjadi sumber energi listrik, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Kepala BI Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam di Muara Enim, Sumatera Selatan, untuk mengelola limbah uang kertas menjadi energi.
"Selama ini uang kertas rusak kami cacah dan buang ke TPA. Sekarang, kami kelola menjadi listrik yang lebih bermanfaat," kata Wahyu, Senin (9/3/2026).
Wahyu mengungkapkan bahwa limbah uang kertas memiliki kandungan energi yang hampir setara dengan batu bara. Satu kilogram batu bara menghasilkan 5 kkal energi, sementara satu kilogram limbah uang kertas menghasilkan 4 kkal.
"Kami sudah mengirimkan 9 ton limbah uang kertas. Jika 1 kg uang kertas bisa menjadi 1 kWh listrik, maka 9 ton dapat menghasilkan 9.000 kWh listrik," jelasnya.
Limbah uang kertas terbuat dari kapas, sehingga memiliki nilai kalori yang lebih stabil dan menghasilkan emisi yang lebih bersih dibandingkan batu bara berkalori rendah. Inovasi ini dinilai lebih ramah lingkungan.
"Listrik yang dihasilkan dapat menambah pasokan kebutuhan listrik, khususnya di Sumatera. Langkah ini mengurangi limbah dan menerangi masyarakat," imbuh Wahyu.
BI mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang rusak di layanan resmi agar mendapatkan nilai tukar yang sesuai. Masyarakat seringkali menggunakan layanan tidak resmi dengan nilai tukar yang merugikan.
Teguh Saputra dari Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Perwakilan Bengkulu menjelaskan, layanan penukaran uang rusak dibuka setiap Selasa dan Kamis dengan pendaftaran terlebih dahulu.
Berikut kriteria uang rupiah yang dapat ditukarkan:











