Jakarta – Indonesia berpotensi meraih posisi strategis di Asia Tenggara menyusul kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan ini diyakini membuka peluang kompetitif bagi industri nasional, terutama sektor tekstil dan komoditas unggulan.
Prognosa Research & Consulting menyampaikan penilaian ini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Direktur Prognosa Research & Consulting, Garda Maharsi, menekankan pentingnya pemerintah dan pelaku industri mencermati peluang dan risiko dari perjanjian ini.
ART juga memuat perubahan struktur ekspor Indonesia ke AS, di mana hilirisasi ekspor diperkirakan akan mengalami penyesuaian dari 32 persen menjadi 19 persen. Penyesuaian ini seiring dengan komitmen pembelian produk AS oleh Indonesia senilai US$ 38,4 miliar.
Kajian Prognosa menyoroti penyesuaian kebijakan non-tarif yang berpotensi memengaruhi daya saing industri, ketergantungan impor, serta agenda hilirisasi. Garda mengingatkan, kewajiban pembelian produk AS senilai US$ 38,4 miliar, termasuk sektor energi, dirgantara, dan pertanian, berpotensi mengubah struktur perdagangan nasional.
Pemerintah perlu memastikan sektor terdampak mendapatkan dukungan melalui transfer pengetahuan dan teknologi. Langkah ini penting agar kebijakan perdagangan selaras dengan agenda penciptaan nilai tambah ekonomi nasional.
Garda menyarankan pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga daya saing industri domestik, termasuk sinkronisasi standar internasional, penguatan industri logistik, dan pengembangan skema pembiayaan berkelanjutan.
Dengan dukungan tersebut, perjanjian perdagangan seperti ART dinilai dapat menjadi bagian dari proses integrasi Indonesia ke dalam Global Value Chains.
Prognosa Research & Consulting menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) serta analisis Impulse Response Function (IRF) dalam kajiannya. Metode ini memetakan dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap neraca perdagangan, ketahanan industri sektoral, serta kinerja pembangunan berkelanjutan Indonesia.











