Medan – Awal Maret 2026, sejumlah SPBU di Sumatera Utara diserbu masyarakat yang panik membeli BBM, menyebabkan antrean panjang dan kemacetan, terutama di Kota Binjai dan sepanjang Jalan Medan-Binjai.
Aksi panic buying ini dipicu kekhawatiran menipisnya stok BBM nasional, setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut stok hanya cukup untuk 20 hari akibat penutupan Selat Hormuz. Pesan berantai yang meminta masyarakat mengisi penuh tangki kendaraan dan jeriken memperparah situasi.
Bahlil kemudian mengklarifikasi dan memastikan cadangan BBM nasional aman. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga membantah pesan berantai tersebut, memastikan penyaluran BBM normal dan stok untuk Aceh serta Sibolga aman.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi," ujar Area Manager Communication, Relations and CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw. "Jangan mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai fakta."
Pemerintah Kota Medan turun tangan menenangkan masyarakat. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan, Citra Effendi Capah, mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memastikan stok BBM.
Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto Marsono, dan Sales Branch Manager Ferry Fernando menyatakan ketersediaan BBM di Kota Medan aman.
"Kami mengharapkan konsumen tidak panik dan melakukan pembelian seperti biasa," kata Tito. "Suplai sampai Lebaran dan sesudah Lebaran juga kami pastikan tidak ada kendala."
Pemerintah Kota Medan mengimbau masyarakat tidak terpengaruh isu kelangkaan BBM dan melakukan pengisian seperti biasa. Gubernur Sumut Bobby Nasution juga meminta kepala daerah mengedukasi masyarakat agar tidak panic buying, serta memastikan stok BBM di Sumut aman.











