Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendukung penuh pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya perlindungan generasi muda dari dampak negatif dunia digital.
"Ini harus kita kendalikan bersama," ujar Mahyeldi saat Safari Ramadan Pemprov Sumbar di Masjid Raya Limau Manis, Kota Padang, Jumat (6/3/2026).
Mahyeldi menjelaskan bahwa pembatasan akses media sosial bertujuan membentuk karakter yang kuat, berakhlak, dan menjaga fokus pelajar dalam pendidikan. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.
Selain pembatasan akses media sosial, Pemprov Sumbar juga menerapkan upaya perlindungan anak dari dampak negatif teknologi di sekolah, salah satunya adalah larangan membawa telepon genggam ke kelas.
"Sekarang di sekolah kita juga mulai mengendalikan penggunaan HP. Anak-anak tidak diperbolehkan membawa telepon genggam ke dalam kelas agar mereka bisa lebih fokus belajar," kata Mahyeldi.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi memberikan motivasi kepada pelajar SD, SMP, hingga SMA/SMK yang mengikuti kegiatan Ramadan di Masjid Raya Limau Manis. Ia juga menyerahkan hadiah sebagai apresiasi atas semangat mereka dalam kegiatan pendidikan dan keagamaan selama Ramadan.
Pemprov Sumbar juga menyalurkan bantuan untuk masjid dan masyarakat, meliputi Rp50 juta dari provinsi, 40 Al-Qur’an, Rp10 juta dari Bank Nagari, dan Rp12,5 juta melalui Dinas Pendidikan. BAZNAS Sumbar turut menyalurkan bantuan Rp3 juta untuk petugas masjid, serta program pendidikan senilai Rp1,706 miliar bagi 1.706 siswa Kota Padang.
Raju Minropa, perwakilan masyarakat, mengapresiasi kunjungan Pemprov Sumbar dan dukungan dalam penanganan bencana sebelumnya.
Jasman, pengurus Masjid Raya Limau Manis, menjelaskan bahwa masjid tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan pembinaan karakter masyarakat.
"Alhamdulillah, dari Masjid Raya Limau Manis juga lahir beberapa juri MTQ tingkat Sumbar. Kami juga terus membina karakter anak-anak melalui program Smart Surau," pungkas Jasman.











