Jakarta – Harga minyak mentah global diperkirakan akan melonjak hingga menembus angka US$ 100 per barel pada pekan ini. Bahkan, minyak mentah Brent diprediksi dapat mencapai level US$ 150 per barel.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, pada Minggu (8/3/2026). Lonjakan harga minyak ini dipicu oleh potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang dapat mengganggu pasokan minyak global.
Ibrahim menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz akan memberikan tekanan signifikan pada pasokan minyak dunia. "Walaupun Amerika sendiri pun juga sudah mengintrusikan kemungkinan besar akan mencabut sanksi ekonomi yang diberikan terhadap Iran supaya aliran minyak mentah kembali normal," ujarnya.
Selain harga minyak, Ibrahim juga memperkirakan bahwa inflasi akan mengalami peningkatan, terutama pada sektor logistik dan transportasi. Kenaikan harga emas dunia juga diprediksi akan terjadi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia dapat mencapai US$ 5.395 per troy ounce pada pekan depan, sementara harga logam mulia diperkirakan naik menjadi Rp 3.150.000 per gram. "Kalau seandainya harga emas dunia turun, di support kedua US$ 4.959 dan kemungkinan besar logam mulia di Rp 2.900.000 per gram," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah telah mengantisipasi skenario jika harga minyak dunia mencapai US$ 92 per barel. Menurut Purbaya, defisit APBN 2026 berpotensi melebihi 3 persen jika harga minyak dunia bertahan di level US$ 92 per barel selama setahun.
"Kami sudah exercise kalau harganya US$ 92 dolar selama setahun rata-rata, kan APBN setahun, setahun maka defisitnya jadi 3,6 persen lebih," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Namun, pelebaran defisit ini dapat dihindari dengan penghematan di pos-pos belanja yang tidak efisien.
Purbaya menambahkan bahwa Indonesia pernah mengalami kondisi serupa saat harga minyak dunia menembus US$ 150 per barel, namun tidak sampai mengalami krisis.











