Pekalongan – Banjir bandang melumpuhkan jalur kereta api di Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026), mengakibatkan pembatalan puluhan perjalanan kereta api dan keterlambatan sejumlah jadwal Commuter Line di Jakarta. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 82 perjalanan kereta api dibatalkan akibat rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi terendam banjir.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa peristiwa ini baru pertama kali terjadi akibat kombinasi cuaca ekstrem, jebolnya tanggul, dan pasang air laut. "Kali ini bertepatan dengan tanggul yang jebol dan juga pasang air laut," kata Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta. Ketinggian air dilaporkan merendam rel sepanjang kilometer 88+900 hingga kilometer 89+100.

KAI berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan lembaga terkait, untuk mempercepat pemulihan jalur. Bobby memastikan perencanaan perbaikan jangka panjang akan segera dilakukan oleh KAI Daerah Operasi 4 Semarang. Sebelumnya, banjir juga sempat melanda KM 88+4/8 antara Stasiun Kaliwungu dan Kalibodri di Kabupaten Kendal.

Upaya pemulihan telah dilakukan pada 17 Januari dengan meninggikan rel menggunakan 105 meter kubik batu balas. "Kami sudah angkat tanggal 17, sehingga jalur itu sudah bisa dilewati," ujar Bobby. Namun, luapan air sungai kembali merendam rel di antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, memaksa kereta api melintas dengan kecepatan terbatas.

Banjir ini berdampak pada perjalanan kereta di Daerah Operasi 1 Jakarta, menyebabkan sejumlah perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan. KAI melakukan mitigasi dengan meninggikan rel yang terendam banjir. Penumpang yang mengalami keterlambatan 3-5 jam mendapatkan kompensasi berupa makanan dari pihak KAI. Selain itu, KAI memberikan opsi pengembalian uang tiket bagi penumpang yang belum berangkat pada 17-18 Januari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *