Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memproyeksikan peningkatan signifikan jumlah penumpang KRL di berbagai rute hingga tahun 2026. Kenaikan tertinggi diprediksi terjadi pada rute Bandara Soekarno Hatta. Secara keseluruhan, KCI memperkirakan kenaikan rata-rata 1,27 persen pada seluruh rute.

Direktur Utama PT KCI, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan proyeksi ini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/1/2026). Untuk wilayah Jabodetabek, KCI memprediksi kenaikan penumpang sebesar 1 persen, atau setara dengan 352 juta penumpang. Sementara itu, rute Bandara Soekarno Hatta diprediksi mengalami lonjakan tertinggi, yakni sebesar 21 persen atau 2,8 juta penumpang.

Berikut adalah proyeksi kenaikan penumpang di wilayah lain: Area 1 Merak naik 1 persen menjadi 4,4 juta penumpang, Area 2 Bandung naik 2 persen dengan prediksi 19 juta penumpang, Komuter area 6 Yogyakarta naik 6 persen menjadi 9,5 juta penumpang, Area 6 Yogyakarta Prambanan Eksekutif naik 1 persen menjadi 1,1 juta penumpang, dan Area 8 Surabaya naik 1 persen dengan total 16 juta penumpang.

Purnomosidi juga memaparkan data pertumbuhan penumpang KRL dari tahun ke tahun. Pada periode 2024-2025, pertumbuhan penumpang mencapai 7,08 persen dengan total 400 juta orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada periode 2023-2024 yang mencapai 12,83 persen. Pada tahun 2025, Bandung mencatat kenaikan tertinggi dengan 15,89 persen atau 18 juta penumpang, disusul Yogyakarta dengan kenaikan 13,46 persen.

Bogor menjadi jalur komuter dengan volume pengguna tertinggi di Jabodetabek, mencapai 153 juta penumpang pada 2025. Jalur Cikarang mencatat 84,5 juta penumpang, dan Rangkasbitung 76,6 juta penumpang.

Untuk meningkatkan layanan, KCI telah melakukan penggantian sejumlah rangkaian kereta lama pada tahun 2025. Penggantian meliputi 11 rangkaian kereta CLI-125 dari Cina, empat rainset CLI-225 produksi PT INKA, serta tiga kereta petani dan pedagang. KCI masih menunggu pengiriman 12 armada baru produksi INKA yang akan menggantikan kereta lama. Pengiriman 12 rangkaian kereta ini akan dilakukan bertahap hingga Juni 2026.

"Kita harapkan dengan kereta-kereta baru ini bisa meningkatkan performa dan bisa meningkatkan layanan kami kepada masyarakat," pungkas Purnomosidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *