Jakarta – Pasar modal Indonesia mengalami tekanan berat pada Maret 2026, ditandai aksi jual bersih investor asing senilai Rp 23,34 triliun. Pemicunya adalah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan meroketnya harga komoditas energi global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa gelombang aksi jual ini didorong oleh transaksi pasar negosiasi pada beberapa saham di bursa efek.

"Investor asing mencatatkan net sell di pasar saham senilai Rp 23,34 triliun secara month to month," kata Hasan dalam konferensi pers daring, Senin (6/4/2026).

Akibat tekanan jual tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot dan ditutup pada level 7.048,22 di akhir Maret, mencerminkan penurunan bulanan sebesar 14,42 persen.

Tekanan serupa juga dirasakan di pasar obligasi, dengan Indonesia Composite Bond Index ditutup pada level 433,16.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *