Lubuk Sikaping – Inovasi dan rekam jejak prestasi menjadi kunci utama bagi Haryadi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Pasaman, dalam menembus seleksi nasional mutasi ke kementerian melalui sistem Integrated Mutasi (I-Mut).Keberhasilan ini sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan penerapan manajemen talenta di lingkungan pemerintah daerah.
kepala BKPSDM Kabupaten Pasaman, Deswin Adia putra, menjelaskan bahwa Haryadi merupakan satu-satunya ASN dari daerah tersebut yang berhasil melewati tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, ujian kompetensi, hingga wawancara mendalam yang digelar BKN dan instansi pusat.
“Dua orang ASN mengikuti proses mutasi melalui sistem I-Mut. Namun, hanya satu yang berhasil lolos tahap awal hingga akhir seleksi dan diterima. Satu lainnya belum memenuhi syarat formasi yang dibutuhkan instansi tujuan,” ujar Deswin.
Menurut Deswin, sistem manajemen talenta dengan metode sembilan kotak (talent pool) kini menjadi instrumen krusial. Sistem ini memberikan kesempatan setara bagi setiap ASN untuk berkarier di kementerian atau lembaga negara, selama mereka mampu memenuhi standar kompetensi yang disyaratkan.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyambut positif capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Haryadi sebagai momentum penting dalam membangun birokrasi yang lebih profesional, adaptif, dan berbasis prestasi.
“selamat kepada saudara, semoga dapat mengabdi dengan baik di tempat yang baru. Pola karier berbasis manajemen talenta ini mendorong lahirnya birokrasi yang lebih kompetitif, di mana ASN tidak lagi hanya terpaku pada tugas administratif,” tutur Bupati Welly.Haryadi sendiri dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak mumpuni. Sebelum berkarier di Dinas Kominfo Pasaman, ia merupakan seorang jurnalis. Selama mengabdi, ia dikenal inovatif, salah satunya dengan menciptakan batik khas Pasaman bermotif “Sisiak Ikan” yang telah mendapatkan hak paten.
Selain itu,Haryadi memiliki latar belakang akademis yang kuat sebagai alumni terbaik STIA LAN RI dan pernah mengikuti program pengembangan di amerika Serikat.Pengalaman lintas bidang tersebut diyakini menjadi modal kuat baginya untuk memberikan kontribusi lebih besar di tingkat kementerian.











