Padang – Nilai historis perjuangan bangsa terselip dalam permainan tradisional Sipak Rago yang kini kembali digalakkan melalui Festival Sipak Rago di Gedung Rohana Kudus, Padang, pada 11-12 Juli 2026. Sebanyak 28 tim dari berbagai daerah di Sumatera Barat berkompetisi memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, sekaligus memperebutkan total hadiah Rp29,5 juta.

Wakil ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, mengungkapkan bahwa permainan ini dulunya menjadi siasat cerdik pemuda Minangkabau di masa penjajahan Belanda. Di balik aktivitas bermain bola, para pemuda sebenarnya sedang berlatih bela diri atau silat secara sembunyi-sembunyi.

“Dulu Belanda melarang orang Minang latihan bela diri. Melalui permainan ini mereka terkecoh, dikira kita sekadar bermain bola, padahal sekaligus berlatih bela diri atau silat,” ujar Evi saat membuka acara, sabtu (11/7/2026).

Lebih dari sekadar sejarah, Evi menekankan bahwa Sipak Rago adalah simbol kolaborasi yang sarat akan nilai gotong royong. Berbeda dengan sepak takraw yang bersifat kompetitif untuk saling mengalahkan,Sipak Rago justru menuntut kekompakan agar bola tetap bertahan di udara selama mungkin.

“Di sini tercermin nilai kekompakan, ketangkasan, gotong royong, dan tidak ada rasa ingin balas dendam,” tambahnya.

Festival yang telah memasuki edisi kelima ini mendapat dukungan penuh melalui dana pokok pikiran (pokir) DPRD Sumbar. Kepala Museum Adityawarman,tuti Alawiyah,yang mewakili Dinas Kebudayaan Sumbar,menilai langkah ini krusial untuk regenerasi budaya.

“Penyelenggaraan festival ini sangat penting agar permainan tradisional tetap dikenal dan diminati generasi muda,” tutur Tuti.

Senada dengan hal tersebut, Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, menyebut ajang ini sebagai ruang representatif bagi anak nagari untuk mempertahankan identitas adat di tengah arus modernisasi. Acara resmi dibuka dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri rajo Budiman, disaksikan oleh unsur Forkopimda, LPM, serta babinsa setempat.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.