Padang Pariaman – Komunitas seni Nan Tumpah (KSNT) akan kembali melaksanakan program tahunan Nan Tumpah masuk Sekolah (NTMS) pada tahun 2026. Program yang sudah berjalan sejak 2011 ini dijadwalkan mengunjungi delapan sekolah menengah di Sumatra Barat, mulai dari SMAN 1 Batang Anai hingga SMAN 1 Lembang Jaya, dengan rangkaian kegiatan berlangsung dari tanggal 31 Juli hingga 8 Agustus.
Dari delapan sekolah yang menjadi tujuan, enam di antaranya dipilih melalui proses seleksi ketat. Dua sekolah lainnya diundang karena lokasinya berdekatan dengan sekretariat KSNT di Korong Kasai. Ketua KSNT, Mahatma Muhammad, menegaskan bahwa NTMS bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan sebuah upaya membangun ruang ekspresi berkelanjutan bagi para pelajar.
“Selama lima belas tahun kami masuk ke sekolah-sekolah membawa pertunjukan dan pelatihan serta mengajukan satu pertanyaan penting: cerita apa yang ada dalam pikiran anak-anak dan apa yang menghalangi mereka untuk mengungkapkannya,” ujar Mahatma. Ia juga menjelaskan bahwa KSNT tidak bertindak sebagai guru seni formal melainkan sebagai fasilitator kreativitas yang berharap meninggalkan inspirasi setelah kunjungan selesai.
Dalam program NTMS kali ini, KSNT akan menampilkan pertunjukan teater berjudul Selamat Hari Profesi serta musikalisasi puisi. Naskah karya Karta Kusumah tersebut disutradarai oleh Desi fitriana dan Desvy Sagita dengan pengiring musik dari Tenku Raja Ganesha. Sebagian besar pemainnya adalah remaja anggota kolektif seni Kelana Akhir pekan.
Setelah penampilan tim KSNT selesai, giliran siswa masing-masing sekolah menunjukkan bakat seni mereka secara langsung. Manager Program KSNT, Fajry Chaniago menjelaskan bahwa sesi pelatihan menjadi bagian penting agar siswa tidak hanya menjadi penonton pasif.
“Kami memberikan materi lengkap mulai dari penulisan lakon dan cerita hingga dasar-dasar pemeranan dan koreografi supaya semua potensi siswa bisa tersentuh,” jelas Fajry. Pendekatan ini membuka peluang bagi setiap peserta untuk menemukan minatnya sendiri dalam bidang seni.
Program NTMS merupakan wujud komitmen Komunitas Seni Nan Tumpah dalam memperluas ekosistem seni budaya di kalangan pelajar Sumatra Barat sekaligus mempererat jejaring antar komunitas pendidikan dan kesenian lokal. Tahun ini program didukung oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui fasilitasi komunitas sastra.
Sejak pertama kali digelar pada 2011 lalu, NTMS telah menjangkau lebih dari empat puluh sekolah di berbagai daerah seperti Padang, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat hingga sijunjung-membawa pengalaman belajar seni langsung ke lingkungan pendidikan formal setempat.
Informasi terbaru mengenai jadwal kunjungan serta aktivitas selama program dapat dipantau melalui media sosial resmi Komunitas Seni Nan Tumpah maupun laman khusus Nan Tumpah masuk Sekolah tahun 2026.











