Padang – Penggunaan media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Namun, kebiasaan "stalking" atau memantau akun orang lain tanpa interaksi langsung juga menjadi fenomena umum.
Dalam kajian psikologi, perilaku ini dikenal sebagai social media surveillance behavior. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat mencerminkan kondisi emosional dan karakter seseorang. Rasa ingin tahu, kecemasan, dan kebutuhan validasi sosial sering menjadi pemicunya.
Berikut adalah ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang yang suka stalking media sosial:
- Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi: Individu dengan rasa ingin tahu tinggi cenderung ingin mengetahui aktivitas orang lain di media sosial.
- Rentan mengalami FOMO: Fear of Missing Out (FOMO) membuat seseorang merasa takut tertinggal informasi sosial.
- Sering melakukan social comparison: Individu gemar stalking media sosial biasanya membandingkan hidupnya dengan orang lain.
- Memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi: Penelitian menunjukkan bahwa perilaku mengecek media sosial berulang kali berkaitan dengan kecemasan dan overthinking.
- Membutuhkan validasi sosial: Sebagian orang melakukan stalking media sosial karena ingin memahami posisi mereka dalam lingkaran sosial.
- Masih memiliki keterikatan emosional: Perilaku ini sering muncul pada hubungan yang belum selesai secara emosional, seperti mantan pasangan atau teman lama.
- Mudah merasa iri.









