Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim program makan bergizi gratis (MBG) menstabilkan harga telur ayam. Klaim ini muncul saat harga telur masih di atas harga acuan.
Amran menyatakan MBG berperan penting menyerap telur dari peternak mandiri saat harga rendah. "Ini yang alhamdulillah luar biasa MBG. MBG ini membuat harga telur stabil," ujar Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga rata-rata telur ayam nasional pada pekan keempat Februari mencapai Rp 32.006 per kilogram. Angka ini turun 0,85 persen dibandingkan Januari 2026, namun masih melampaui batas atas harga acuan Rp 30.000 per kilogram.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyoroti peningkatan jumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga telur ayam. Tercatat 131 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga pada pekan keempat Februari, meningkat dari 105 wilayah pada pekan sebelumnya.
Kenaikan indeks harga telur ayam tertinggi terjadi di Kabupaten Bovel Digoel, melonjak 12,89 persen pada pekan keempat Februari. Akibatnya, harga telur ayam di wilayah tersebut mencapai Rp 68.056 per kilogram, atau 126,85 persen di atas harga acuan pembelian.
Harga telur ayam tertinggi tercatat di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Mamberamo Tengah, mencapai Rp 100.000 per kilogram, disusul Kabupaten Puncak Jaya dengan harga Rp 90.000 per kilogram.
Menjelang Lebaran, Amalia mengimbau kepala daerah meningkatkan pasokan telur ayam ras guna menjaga stabilitas harga. "Beberapa kota perlu mendapat perhatian meningkatkan supply ayam ras supaya menjelang Lebaran bisa lebih terkendali," pungkasnya.











