Tabanan – Bali terus memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi properti dengan konsep kesehatan dan kebugaran. Nuanu Creative City hadir di pesisir barat daya Bali, menawarkan konsep hunian terintegrasi seluas 44 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai lingkungan yang saling terhubung, memungkinkan penghuni untuk tinggal, bekerja, belajar, dan berkembang selaras dengan alam.

Kepala Eksekutif Nuanu Creative City, Lev Kroll, menyampaikan visinya untuk membangun kawasan kreatif dan modern di sekitar Pantai Nyanyi, Desa Beraban. "Kami ingin membangun tempat tinggal terbaik," kata Lev, menekankan prioritas pada pembangunan infrastruktur yang mendukung kehidupan sehari-hari dan menciptakan nilai tambah bagi penghuni. Fokus utama adalah pada gaya hidup, fasilitas pendidikan, dan ruang komersial yang berkualitas.

"Kami bukan hanya membangun hunian berkualitas, tapi juga mengkurasi ekosistem yang unggul," jelas Lev. Nuanu Real Estate berperan penting dalam membangun lapisan residensial sebagai fondasi ekosistem. Perusahaan menargetkan serah terima lebih dari 400 unit residensial dan hospitality pada tahun 2027.

Saat ini, Nuanu Real Estate mengelola 12 proyek hunian dan satu hotel investasi dengan skema kepemilikan hak milik dan hak sewa. Beberapa proyek menunjukkan kemajuan signifikan, dengan The Collection Vol. 1 dan Ecoverse dijadwalkan rampung pada kuartal I 2026. Oxo The Pavilions dan Flower Estates telah memasuki tahap konstruksi setelah groundbreaking.

Flower Estates, proyek terbaru dengan kepemilikan hak milik bagi WNI, menawarkan 28 unit vila yang terinspirasi dari orangerie Eropa dan lanskap tropis Bali. Vila ini dipasarkan mulai dari Rp8,4 miliar dan dikembangkan bersama Nuanu Nature Team dengan taman privat sebagai elemen utama. Selain itu, ada Black Sands Oasis, pengembangan vila dan studio berstatus hak sewa dengan arsitektur desert modernism.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *