Jakarta – Universitas Pradita memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dengan merencanakan pengembangan fasilitas baru pada tahun 2026. Universitas ini akan membangun laboratorium desain, ruang kelas modern, dan ruang Virtual Reality. Fasilitas ini akan melengkapi Smart Class dan Podcast Room yang sudah ada.
Rektor Universitas Pradita, Richardus Eko Indrajit, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecakapan intelektual dan integritas moral. "Menjadi pintar itu mudah jika diberi ruang belajar, namun membentuk pribadi berintegritas adalah tantangan sesungguhnya," ujarnya pada Kamis (8/1/2026). Menurutnya, integritas membutuhkan kerendahan hati, rasa hormat, dan kepedulian.
Executive Director Unit Edukasi Summarecon, Aida Halim, menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran di Universitas Pradita dirancang agar lulusan siap kerja dan mampu menciptakan peluang baru. "Di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan, kami akan terus mengembangkan langkah strategis melalui penguatan sarana dan prasarana pembelajaran," kata Aida. Penguatan ini bertujuan untuk meningkatkan value Universitas Pradita.
Hingga akhir 2025, Universitas Pradita telah meluluskan sekitar 1.300 wisudawan dari berbagai program studi. Para lulusan dibekali kompetensi akademik dan karakter yang kuat. Pendekatan pembelajaran yang menekankan praktik nyata, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi menjadi daya tarik utama bagi calon mahasiswa.
Mahasiswa Universitas Pradita juga mampu berprestasi di tingkat nasional dan internasional di berbagai bidang. Pendekatan Real Case dan Real Experience membuat mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan menghasilkan solusi aplikatif.










