Jakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar mata uang tidak hanya dialami oleh rupiah, melainkan juga mata uang negara lain. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap nilai tukar rupiah yang merosot ke level Rp 17.105 per dolar Amerika Serikat pada Selasa, 7 April 2026.

"Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency lain kan demikian," ujar Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa sore, 7 April 2026.

Nilai tukar rupiah mencapai Rp 17.105 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 7 April 2026. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan ditutup melemah di kisaran Rp 17.100 hingga Rp 17.150 per dolar AS pada hari berikutnya.

Menurut Ibrahim, salah satu faktor yang memperkuat indeks dolar AS adalah persiapan investor menghadapi potensi peningkatan konflik di Timur Tengah menjelang batas waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

"Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak," jelas Ibrahim dalam keterangan tertulis pada Selasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *