Padang – Tujuh siswa MAN 2 Padang yang tergabung dalam English Club mengikuti video conference generation Global bertema Digital Wellness, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini mengangkat pentingnya penggunaan teknologi secara sehat dan diikuti peserta dari tujuh negara.
Tujuh siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah M. Ryanda Rafi Putra, ukeisya Jon Humaira, leviana Renata, M. Fakih Setioroha, Marsha Hasanah, Audrey Airin Rusdi, dan Ahmad Lintang Althani.
Secara keseluruhan, video conference itu diikuti 60 siswa dari Armenia, Meksiko, Indonesia, Filipina, india, Ukraina, dan Rwanda. Sesi ini dipandu koordinator Sanjay Bareja bersama co-host Fiona.
Wakil Kepala Bidang Akademik MAN 2 Padang, Yuliasman, turut hadir bersama pembina English club irmanepo serta guru Bahasa Inggris Rafi’ah dan Annisa.
Irmanepo mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk berdialog lintas budaya dengan peserta dari berbagai negara.
“Konferensi video bertema digital Wellness ini merupakan sesi internasional yang menghadirkan partisipasi beragam dan mendorong terjadinya dialog lintas budaya di antara siswa,” ujarnya.
Dalam diskusi, para peserta membahas pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi.Audrey Airin rusdi dari MAN 2 Padang menilai digital wellness sangat relevan dengan kehidupan saat ini.
“Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan fisik, kualitas tidur, hingga kesehatan mental. Karena itu, penting untuk menemukan batas antara kehidupan digital dan kehidupan nyata,” kata Audrey.
Ia menambahkan, penerapan digital wellness dapat membantu seseorang menjadi lebih produktif, berkomunikasi secara efektif, dan tetap menjaga kesehatan diri.
Sementara itu, M.Ryanda Rafi Putra menyoroti pentingnya literasi digital untuk menghadapi maraknya hoaks di media sosial. Ia mendorong peningkatan kesadaran dalam membedakan informasi faktual dan informasi palsu di lingkungan keluarga maupun pertemanan.
“Perlu edukasi tentang ciri-ciri informasi hoaks, termasuk konten berbasis kecerdasan buatan, agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi,” kata Ryanda.











