Jakarta – Telkomsel Enterprise merilis "DigiAds Ramadan Insight 2026", panduan strategi kampanye Ramadan efektif bagi pelaku bisnis. Panduan ini menganalisis perilaku konsumen digital selama Ramadan. Telkomsel mencatat peningkatan engagement pelanggan 112% selama Ramadan 2025 dibandingkan hari biasa, didorong aktivitas media sosial, belanja daring, dan layanan keuangan digital.
Vice President Digital Advertising Telkomsel, Arief Pradetya, menyatakan relevansi pesan adalah kunci utama pemasaran. "Kami ingin membantu pelaku industri memaksimalkan peluang di tengah kompleksitas perilaku konsumen digital," kata Arief, Rabu (14/1/2026).
Whitepaper Telkomsel menyoroti pemilihan waktu beriklan yang tepat saat trafik digital puncak: sahur (03:00-05:00), zuhur (11:00-14:00), dan buka puasa (16:00-19:00). Analisis kampanye Ramadan 2025 menunjukkan audiens konversi tertinggi didominasi milenial, Gen X, dan Gen Z di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara. Mereka aktif di media sosial, rutin belanja online, dan menggunakan layanan keuangan digital.
Lebih dari 54% konsumen meningkatkan pengeluaran saat Ramadan, terutama untuk bahan masak dan makanan siap saji. Sebanyak 64% konsumen memilih belanja online, sementara 36% masih memilih offline. Telkomsel merekomendasikan pendekatan omni-channel 360° untuk memaksimalkan pesan selama Ramadan 2026 melalui berbagai kanal dan format iklan DigiAds: programmatic ads, display ads, rewards, IPTV & messaging, WABA, hingga media sosial.
Selain itu, Telkomsel menyediakan posko mudik di berbagai titik jalur mudik dan arus balik di seluruh Indonesia. Telkomsel juga bermitra dengan Meta untuk meningkatkan kemampuan audience targeting lintas platform media sosial.










