Payakumbuh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, sehari setelah apel Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bersama Padang Kaduduak,Senin (27/04/2026),dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh,Erizon,mewakili Wali Kota Zulmaeta.

Dalam sambutannya,erizon menegaskan pelatihan itu menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman bencana.

“Pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat,” kata Zulmaeta melalui Erizon.

Ia menjelaskan, sesuai arahan wali kota, kegiatan penanganan darurat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus segera dijalankan. menurut dia, bencana tidak mengenal waktu dan bisa datang kapan saja.

Karena itu, LPM, Linmas, dan relawan dinilai perlu mendapat pembekalan yang memadai. Ketiganya disebut memiliki peran penting sebagai garda terdepan saat keadaan darurat terjadi di tengah masyarakat.

“Hari ini kita berkumpul karena kita memilih bersiap untuk selamat. LPM, Linmas, dan relawan adalah garda terdepan ketika sirene bencana berbunyi di tengah malam, saat warga panik, listrik padam, dan jalan terputus. Di situlah mereka hadir,” ujarnya.

Erizon juga menekankan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Menurut dia, seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat agar risiko bencana bisa ditekan.

“Ketika bencana datang, pemerintah tidak akan sanggup menghadapi sendiri.Karena itu, semua elemen perlu dibekali pengetahuan agar mampu mengurangi risiko dan menekan jumlah korban,” katanya.

BPBD Payakumbuh menghadirkan 128 perwakilan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Linmas, dan relawan dalam pelatihan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Payakumbuh, Devitra, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus tindak lanjut arahan wali kota agar program yang menyentuh langsung masyarakat segera dijalankan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan masyarakat di wilayah rawan bencana memiliki pengetahuan yang cukup. Kami berikan sosialisasi, edukasi, dan latihan agar warga benar-benar siap jika bencana datang,” kata Devitra.

Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi memicu pohon tumbang, salah satu kejadian yang kerap terjadi di Payakumbuh.

“Kami mengimbau masyarakat segera memangkas atau menebang pohon yang sudah tua dan lapuk. Jika dibiarkan, risiko kerugian justru akan kembali ke kita sendiri,” ujarnya.

Dalam pelatihan itu, Devitra menjadi narasumber bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Payakumbuh, Arman Riska, yang menyampaikan materi berjudul “Pencegahan dan Mitigasi Bencana dari perspektif Islam”.

BPBD Provinsi sumatera Barat juga menghadirkan Rahmi,ST,untuk membawakan materi tentang kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana likuifaksi.

Salah seorang peserta,Anton dari LPM Padang Tangah Balai Nan Duo,menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan serupa bisa diperluas hingga tingkat kelurahan.

“Kami sangat berterima kasih kepada wali kota melalui BPBD atas pelatihan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan hingga ke tingkat kelurahan, termasuk pembekalan menghadapi bencana sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *