Jakarta – Kementerian Keuangan membuka penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel perdana tahun 2026 pada Senin (26/1/2026). Masyarakat kini dapat berinvestasi pada SBN ritel seri ORI029T3 dan ORI029T6.

Pelaksana tugas Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu, Novi Puspita Wardani, menyatakan SBN ritel ini dirancang khusus untuk mengedukasi investor pemula. "SBN Ritel ini disediakan untuk individu-individu yang ingin tumbuh secara finansial, ingin belajar secara finansial," kata Novi saat konferensi pers di Jakarta.

Novi menjelaskan, investasi SBN ritel memberikan dua keuntungan sekaligus, yaitu keuntungan finansial bagi investor dan dukungan pembiayaan APBN. "Sehingga di sini fungsinya tidak hanya secara pribadi, tapi secara sosial," imbuhnya.

Kemenkeu menargetkan penerbitan 8 seri SBN ritel pada 2026, termasuk ORI029, SR024, ST016, ORI030, SR025, SWR007, SBR015, dan ST017. Pada 2025, pemerintah berhasil meraup Rp 153 triliun dari penerbitan 8 seri SBN ritel.

Sebanyak 262.927 investor berpartisipasi dalam pembelian obligasi pemerintah ini. Generasi milenial dan Z mendominasi pembelian SBN ritel dengan porsi 57 persen dari total penjualan.

Novi menambahkan, risiko gagal bayar SBN ritel sangat kecil karena dijamin UU APBN dan UU Surat Utang Negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *