Padang – Ratusan guru taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Kota Padang terancam tidak lagi menerima dana sertifikasi meski masih aktif mengajar. Kondisi itu muncul setelah Pemko padang menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota Padang Nomor 130 Tahun 2024 yang mengatur penerima sertifikasi guru TPQ/MDT untuk periode 2024-2028.
Aturan tersebut berdampak pada guru yang sebelumnya telah memenuhi syarat. Berdasarkan ketentuan itu, guru TPQ/MDT yang tidak lagi mengajar di tempat yang sama saat mengikuti dan memperoleh sertifikat sertifikasi tidak berhak lagi menerima dana dari pemerintah kota.
Kepala Bagian Kesra Kota Padang, Zul Afi Lubis, mengatakan setiap guru yang pindah mengajar otomatis kehilangan hak atas dana sertifikasi. Ia menegaskan, kebijakan tersebut mengacu pada ketentuan Bagian Hukum Pemko Padang.
“ini sudah ketentuan dari Bagian Hukum Pemko Padang,” kata zul Afi Lubis, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, guru TPQ/MDT yang ingin kembali menerima dana sertifikasi harus mengikuti sertifikasi ulang di tingkat kecamatan dengan SK Wali Kota yang baru.
Seorang guru TPQ/MDT yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. Ia mengatakan telah mengajar di MDT selama puluhan tahun, bahkan sejak guru-guru madrasah Diniyah Takmiliyah dan TPQ belum mendapat perhatian pemerintah.
Ia berharap dana sertifikasi bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga.Selama ini, honor sebagai guru MDT hanya mencapai ratusan ribu rupiah.
Menurut dia, menjadi guru mengaji memang menuntut keikhlasan dan sejalan dengan semangat “ikhlas beramal”. Namun, ia menilai kebijakan itu tetap terasa tidak adil ketika guru TPQ/MDT lainnya menerima dana sertifikasi.
“Padahal kami sama-sama aktif mengajar dan juga aktif dalam kegiatan yang diadakan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perpindahan mengajar bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena sakit yang membuatnya kerap absen. Seiring waktu, jumlah murid di tempat ia mengajar juga semakin berkurang hingga MDT tempatnya mengikuti sertifikasi tak lagi aktif.











