Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan akan terus meningkat hingga tahun 2026. Proyeksi ini didorong oleh perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun di sektor perbankan.

OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini mencapai kisaran 10 hingga 12 persen.

Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan keyakinannya bahwa perpanjangan penempatan dana pemerintah di bank-bank Himbara akan efektif mendorong pertumbuhan kredit.

"Harapan kami, target OJK kan di atas 10 persen, 10-12 lah kira-kira. Dan kalau kami lihat tanda-tandanya kemarin jelas kenaikan kredit cukup lumayan," ujar Dian di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Meskipun data pertumbuhan kredit terkini belum dirilis secara resmi, OJK meyakini bahwa tren positif akan terus berlanjut.

Dian menambahkan, peningkatan keyakinan konsumen diharapkan dapat mendorong kredit UMKM untuk kembali bergerak aktif.

Sebagai informasi tambahan, penempatan dana pemerintah di bank-bank BUMN telah berlangsung sejak bulan September 2025 dan akan jatuh tempo pada bulan Maret mendatang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyatakan bahwa pemerintah akan memperpanjang masa penyimpanan dana tersebut selama enam bulan ke depan.

Dana SAL sebesar Rp 200 triliun awalnya dialihkan ke lima bank Himbara melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 yang diterbitkan pada tanggal 12 September 2025.

Setelah penempatan dana tersebut, kredit perbankan pada bulan September 2025 tercatat tumbuh sebesar 7,70 persen, meningkat dibandingkan dengan angka 7,56 persen pada bulan Agustus 2025.

Data terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pada bulan Januari 2026, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,96 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan capaian bulan Desember 2025 sebesar 9,69 persen.

BI menilai bahwa pertumbuhan kredit didukung oleh peningkatan kegiatan ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 22,38 persen, 4,13 persen, dan 6,58 persen pada bulan Januari 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *