Limapuluh Kota – Pemerintah menyalurkan bantuan sosial hampir Rp1 miliar kepada masyarakat rentan di Kabupaten Limapuluh Kota melalui Sentra Abiseka pekanbaru, Kementerian Sosial RI. Hingga sepanjang 2026, total bantuan yang sudah digulirkan di daerah itu mencapai sekitar Rp985 juta.

Bupati Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang, mengapresiasi perhatian Sentra Abiseka Pekanbaru terhadap warganya. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam memberi perlindungan sosial kepada masyarakat.

“bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk kepedulian negara kepada masyarakat. Kami mengapresiasi Sentra Abiseka Pekanbaru yang telah memberikan perhatian besar kepada warga Limapuluh Kota. Semoga bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan mampu meningkatkan kualitas hidup para penerima,” ujar Safni saat berkunjung ke Kantor Sentra Abiseka Pekanbaru, Jumat 17 Juli 2026.

Dalam kunjungan itu, Safni didampingi Ketua LKKS Limapuluh kota Asra, Kepala Dinas sosial Indra Suryani, dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Budi Andri. Rombongan disambut Kepala sentra Abiseka Adi Hariyanto bersama jajaran.

Safni berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kementerian Sosial melalui Sentra Abiseka Pekanbaru terus diperkuat. Ia menekankan agar program bantuan ke depan semakin tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan warga berpenghasilan rendah.

sementara itu, Sentra Abiseka tercatat sudah tiga kali menyalurkan bantuan sepanjang 2026. Bantuan tersebut meliputi pemenuhan hidup layak, kewirausahaan, sarana kamar, perlengkapan sekolah, dan sejumlah jenis bantuan lainnya.

“Untuk Kabupaten Limapuluh Kota, kami telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat rentan senilai kurang lebih Rp985.000.000. Hingga akhir tahun 2026, kami juga akan menyalurkan bantuan dua gelombang lagi,” kata Adi Hariyanto.

Ia menegaskan setiap program yang disalurkan harus memberi dampak langsung bagi masyarakat kecil. Bantuan, lanjutnya, harus menjadi solusi yang meringankan beban hidup sekaligus mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.

Adi juga menyatakan pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Limapuluh kota agar program asistensi sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan bisa menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan sosial.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota pun berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat terus mengalir ke daerah. Upaya itu diarahkan untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *