Aceh – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Aceh terus dipercepat oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR). Hingga 23 Juli 2026, sebanyak 401 unit huntap telah rampung dan siap dihuni, sementara sekitar 1.832 unit atau 4,90 persen masih dalam proses konstruksi fisik.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 triliun untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu pada akhir Desember 2026. Proyek ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dengan total nilai mencapai Rp58,973 triliun untuk periode 2026-2028.
kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak mengorbankan standar teknis bangunan. Ia menyatakan bahwa aspek keselamatan penghuni, tata ruang yang baik, serta ketersediaan infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek.
Safrizal juga memastikan bahwa kawasan zona merah bencana tidak akan dijadikan lokasi permukiman baru demi menjaga keamanan warga. Pembangunan huntap dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian PKP yang membangun di lahan yang sudah clear and clean serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menangani pembangunan secara in-situ di lahan milik warga sekaligus memberikan bantuan stimulan bagi masyarakat yang membangun rumah secara mandiri.
Tahap pembangunan tahun ini dijadwalkan berjalan serentak mulai Agustus mendatang di berbagai wilayah Aceh dengan melibatkan kerja sama lintas lembaga seperti Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Polri, serta Yayasan Buddha Tzu Chi.
Terkait kendala pembebasan lahan di beberapa daerah seperti Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, Satgas PRR menyatakan proses administrasi masih berlangsung dengan transparansi penuh sesuai aturan hukum. Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian sebelumnya telah menginstruksikan para kepala daerah agar proaktif menyiapkan lahan guna memastikan target pemulihan dapat tercapai tepat waktu.










