Pariaman – Sebanyak 75 peserta dari kalangan generasi muda,mahasiswa,dan pelaku UMKM mengikuti pelatihan Aktif Native Advertising yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Balairung Wali Kota Pariaman,Sumatera Barat,Jumat (17/4/2026) hingga Sabtu (18/4/2026) pukul 17.30 WIB.

Pelatihan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat talenta periklanan digital di Pariaman sekaligus mendorong subsektor periklanan, penerbitan, dan fotografi sebagai penggerak baru ekonomi kreatif. Programme ini juga diarahkan untuk membantu pemulihan ekonomi pascabanjir melalui penguatan kapasitas pelaku lokal.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf,Cecep Rukendi,mengatakan industri periklanan global diproyeksikan menembus 1 triliun dolar AS pada 2026. Di Indonesia,serapan tenaga kerja di sektor tersebut juga dilaporkan meningkat 14 persen dalam satu tahun terakhir.

“Kami memilih Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman karena memiliki potensi talenta kreatif dan produk ekonomi kreatif yang besar. Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut agar menarik secara digital. Melalui program Aktif Native Advertising, kami ingin memberdayakan masyarakat lokal agar mampu mempromosikan potensi daerah dengan standar kualitas media nasional,” kata Cecep.

Ia menegaskan, pelatihan ini menitikberatkan pada kemampuan peserta memahami native advertising, yakni teknik mengemas iklan agar menyatu secara organik dengan konten. Menurut dia, audiens kini cenderung menjauhi iklan yang terasa mengganggu di tengah arus informasi yang semakin padat.

“Kita ingin para peserta belajar cara membuat ‘iklan rasa konten’ yang etis dan menarik tanpa menghilangkan nilai komersialnya. Kami ingin talenta di Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman, tidak hanya menjadi penonton dalam ledakan industri digital, tetapi menjadi pemain aktif yang kompeten,” ujarnya.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, membuka langsung kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan hadir, di antaranya Direktur Periklanan Andy Ruswar, Direktur Penerbitan dan Fotografi Imam Santosa, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Selliane Halia Ishak, Ketua SMSI Sumatera Barat Zulnadi, Sekretaris SMSI Sumbar Gusfen Khairul, Ketua SMSI Kota Pariaman Ikhlas Darma Murya, Kadis Kominfo Kota Pariaman Andi, pimpinan perguruan tinggi di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, serta Ketua Kadin dan Ketua HIPMI Kota Pariaman.

Dalam sambutannya,Yota Balad menilai pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi dan pemasaran produk unggulan Pariaman melalui platform digital.

“pemerintah Kota berkomitmen penuh mendukung fasilitasi seperti ini agar mampu meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif lokal dalam menghasilkan karya visual berkualitas serta memperkenalkan potensi dan keunikan produk lokal Pariaman secara luas ke penjuru dunia,” ujarnya.

Untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan industri terkini, penyelenggara menghadirkan mentor profesional dari berbagai bidang, mulai dari jurnalisme, fotografi, hingga produksi konten digital.Mereka antara lain Muhammad Zulfikar dari National Geographic, muin dan Febrizal sebagai praktisi jurnalisme dan editor video, reiza Maspaitella dari Grid Voice, fotografer profesional Marrysa Tunjung Sari, serta Aflili Sari dari Canvassador.

Selama dua hari pelatihan, peserta tidak hanya mendapat pembekalan teknis, tetapi juga pendampingan lanjutan untuk menyusun portofolio profesional. Langkah itu disiapkan sebagai bekal menembus industri kreatif dan membuka peluang menjadi jurnalis warga.Karya peserta juga diproyeksikan dapat masuk ke media nasional sehingga berpotensi membuka peluang kolaborasi dan monetisasi.

ketua Bidang Agency IDA, Ramya Prajna S.,mengatakan pihaknya mendukung penuh kolaborasi dengan Kemenekraf karena membawa standar industri langsung ke daerah.

“Sinergi ini memastikan bahwa peserta belajar langsung dari praktisinya mengenai fotografi, desain, hingga storytelling yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” ujarnya.

Selain pembekalan ilmu, peserta juga berkesempatan memperoleh apresiasi dari OPPO Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas kreatif mereka. Dari IDA, tujuh kelompok peserta juga menerima hadiah di setiap sesi berupa berbagai suvenir hasil UMKM.

Direktur Periklanan Kemenekraf, Andy Ruswar, menutup pelatihan itu dan mengaku terkesan dengan antusias peserta. Ia berharap semangat yang terbentuk selama kegiatan tetap terjaga dalam pendampingan lanjutan hingga tiga minggu ke depan, agar peserta benar-benar menjadi pelaku ekonomi kreatif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan UMKM di Kota Pariaman serta Kabupaten Padang Pariaman.

Andy juga menyebut keberhasilan pelatihan ini membuka peluang program serupa digelar di daerah lain pada masa mendatang. Dengan begitu, akan semakin banyak pelaku ekonomi kreatif berbasis periklanan digital yang tumbuh dan memberi dampak bagi UMKM daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *