Jakarta – Organisasi lintas sektor bisnis menghadapi kompleksitas perubahan menjelang 2026. Sistem kerja adaptif dan terintegrasi menjadi kunci navigasi perubahan tersebut. Hal ini mengemuka dalam KTM Growth Forum yang membahas persiapan organisasi menghadapi dinamika bisnis 2026.
Forum menyoroti pentingnya penyelarasan cara kerja, proses pengambilan keputusan, dan strategi pertumbuhan organisasi. Founder KTM Solutions, Najelaa Shihab, menekankan pendekatan holistik yang menggabungkan pengembangan SDM dengan pembenahan sistem.
"Pertumbuhan talenta tanpa pertumbuhan sistem hanya akan menjadi program, sementara sistem tanpa talenta tidak akan berjalan," tegas Najelaa dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2026). KTM Solutions mengingatkan bahwa teknologi berperan sebagai pendukung, bukan tujuan utama transformasi organisasi.
Fokus utama tertuju pada perancangan sistem kerja efektif bagi talenta dan menghasilkan dampak terukur. Teknologi berfungsi sebagai enabler yang membantu sistem berjalan konsisten, mempercepat proses, memperkuat koordinasi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Namun, forum ini mengingatkan bahwa teknologi bukanlah solusi tunggal. Tanpa kejelasan sistem dan kesiapan SDM, pemanfaatan teknologi berpotensi menambah kompleksitas. Organisasi dituntut memiliki sistem adaptif dan saling terhubung, mampu menjembatani strategi, eksekusi, dan evaluasi berkelanjutan.
Forum menyoroti pentingnya menyatukan agenda transformasi, sustainability, dan social impact agar setiap keputusan bergerak dalam arah konsisten. Dengan pendekatan tersebut, adaptasi tidak lagi dipandang sebagai respons sesaat, melainkan menjadi bagian dari cara organisasi bekerja sehari-hari.










