Jakarta – Momentum Ramadan 2026 didorong untuk dimanfaatkan masyarakat urban sebagai ajang menata ulang gaya hidup, dengan fokus pada pola hidup seimbang dan berkelanjutan. Dorongan ini selaras dengan laporan Gaya Hidup Sehat dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025, yang menunjukkan pergeseran prioritas di kalangan generasi muda.

Kesehatan kini bermakna lebih luas, mencakup keseimbangan mental (mindfulness), pengelolaan konsumsi digital (digital wellbeing), dan kesadaran lingkungan (eco-conscious living). Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menyatakan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melakukan "reset menyeluruh," baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan terhadap lingkungan.

Konsep wellness bertumpu pada empat pilar utama: nutrisi sehat, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental, dan hubungan sosial yang berkualitas. Praktik digital wellbeing semakin populer, dengan masyarakat mulai membatasi screen time dan melakukan detoks digital untuk mengurangi stres akibat konektivitas berlebihan.

Andra, sapaan akrab Chandrawidhi, mendorong pemanfaatan teknologi Garmin agar pengguna lebih hadir di momen nyata. Teknologi ini dapat memantau stres, melakukan detoks digital, dan kembali terhubung dengan alam. "’Time to reset’ adalah ajakan untuk menggunakan teknologi agar kita bisa hidup lebih sehat dan lebih sadar, bukan sebaliknya," tegasnya.

Teknologi wearable berperan sebagai alat bantu, dengan fitur pemantauan kesehatan mendukung kesadaran pengguna. Fitur ini memungkinkan pengguna memahami kondisi tubuh secara komprehensif, sehingga keputusan gaya hidup yang diambil menjadi lebih bijak.

"Kami terus mendorong masyarakat untuk memulai langkah kecil. Contohnya, memantau kualitas tidur melalui Advanced Sleep Monitoring, memahami tingkat energi tubuh melalui Body Battery, serta meluangkan waktu untuk latihan pernapasan (breathwork) guna membantu mengelola stres," jelas Andra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *