Padang Aro – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menegaskan pentingnya percepatan pemutakhiran data luas Baku Sawah (LBS) oleh seluruh camat, wali nagari, dan jorong. Data ini menjadi landasan utama dalam penyusunan Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Instruksi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Solok Selatan, H. Syamsurizaldi, saat rapat evaluasi progres penginputan data melalui aplikasi SIMSALABIM di Ruang Rapat Bupati pada Selasa (28/7/2026). Ia menjelaskan bahwa pembaruan data LBS merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pertanian,Ketahanan Pangan dan Perikanan dengan pemerintah tingkat kewilayahan.Menurut Syamsurizaldi, pembaruan data sangat krusial agar kebijakan pertanian berkelanjutan dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku. “Kami minta dukungan penuh dari camat, wali nagari, dan jorong untuk menjalankan program ini secara maksimal,” ujarnya.Pemutakhiran data ini juga merupakan tindak lanjut kesepakatan antara Bupati Solok Selatan dan Gubernur Sumatera Barat yang menetapkan penggunaan 87 persen data LBS tahun 2024 sebagai acuan utama penyusunan LP2B. tujuannya adalah menjaga keberlanjutan lahan pangan dengan menyinkronkan titik koordinat agar sesuai informasi terbaru.

Selain fokus pada sektor pertanian, pemerintah daerah juga mendorong validasi data penerima bantuan sosial guna mengurangi kesalahan sasaran seperti inclusion error maupun exclusion error. Dalam kesempatan itu, Sekda memberikan apresiasi kepada tujuh nagari yang aktif menginput data kepesertaan BPJS Kesehatan yakni Lubuk Gadang, Pasir Talang, Pasar Muara Labuh, kapau pauh Duo, Luak Kapau, Sungai Kunyit serta Sukun Barat.

Lebih jauh lagi Syamsurizaldi menginstruksikan pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan yang dibiayai APBD kabupaten maupun provinsi serta APBN. Ia menegaskan bahwa setiap kendala di lapangan harus dilaporkan secara tertulis agar pemerintah kabupaten dapat segera mengambil tindakan lanjutan.

Rapat evaluasi tersebut diikuti secara daring oleh seluruh camat, wali nagari serta operator aplikasi SIMSALABIM dan turut dihadiri perwakilan OPD terkait termasuk BPJS Kesehatan, BPS Solok Selatan dan pendamping PKH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *