Solo – Sebanyak 120 jamaah umrah asal Solo, Jawa Tengah, yang sempat tertahan akibat konflik di Timur Tengah, telah kembali ke Indonesia dengan selamat. Keberangkatan umrah dari Solo dipastikan tetap berjalan normal meski sebagian calon jamaah masih merasakan kekhawatiran.
Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Kota Solo, Her Suprabu, memastikan tidak ada jamaah asal Solo yang terjebak di bandara akibat konflik. Penundaan keberangkatan hanya disebabkan pembatalan penerbangan. "Yang terjebak tidak ada. Hanya ter-pending karena pesawat di-cancel. Semua difasilitasi," kata Her, Rabu (4/3/2026).
Jamaah yang sempat menunggu dua hingga tiga hari telah kembali ke Indonesia. Saat gangguan terjadi, jamaah kembali ke hotel sambil menunggu perkembangan jadwal penerbangan. Her menjelaskan, kondisi bandara sempat kacau akibat banyaknya penerbangan yang ditunda. Namun, situasi penerbangan berangsur normal meski durasi tempuh menjadi lebih lama.
"Rute memang agak lebih jauh. Biasanya 8–9 jam, sekarang bisa 10–11 jam karena menghindari wilayah udara konflik," jelasnya. Her memastikan keberangkatan jamaah umrah dari Solo tetap berjalan meski konflik di Timur Tengah meningkat. "Pasca eskalasi sampai hari ini masih bisa diberangkatkan. Kalau lewat Dewangga, kami pakai paket Garuda dan Saudi Airlines. Hari ini ada pemberangkatan, dua hari lagi juga ada lagi," ungkapnya.
Menurutnya, beberapa paket perjalanan sempat terkendala pembatalan penerbangan. Namun, biro perjalanan langsung mengalihkan jamaah ke maskapai yang masih beroperasi. "Beberapa paket kemarin pesawatnya terkendala, kami ganti ke pesawat yang masih jalan. Ada tiga yang masih beroperasi, Garuda, Lion, dan Saudi Airlines. Jadi jamaah tetap terfasilitasi sesuai jadwal yang sudah dipilih," katanya.
Terkait keamanan rute, Her mengikuti kebijakan maskapai. Selama maskapai beroperasi dan tidak ada pembatalan, penerbangan dianggap aman. Di sisi lain, biro perjalanan mengalami kerugian akibat pembatalan dan pengalihan penerbangan. "Kerugian pasti ada. Hotel di sana tidak bisa refund karena dianggap tidak ada masalah. Tiket juga ada selisih harga," katanya.
Selisih biaya tersebut menjadi tanggung jawab biro untuk menutupinya. "Kalau dikalikan jumlah jamaah tentu cukup besar. Itu menjadi tanggung jawab biro untuk meng-cover semuanya. Mudah-mudahan ada solusi dari asuransi karena ini force majeure," harapnya. Her mengimbau masyarakat yang akan berangkat umrah tidak perlu khawatir berlebihan, asalkan mengikuti arahan resmi dan menggunakan maskapai yang beroperasi dengan rute aman.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, memastikan Pemerintah Kota Solo terus memantau situasi dan siap mengawal kepulangan jamaah umrah jika ada kendala. "Kami berharap bagi warga yang ada kendala di sana, terutama warga Solo, untuk bisa berkomunikasi dengan kami dan Kementerian Haji dan Umrah. Kami akan terus mengawal sampai kepulangan dengan baik," ujarnya. Respati juga mempersilakan warga Solo yang sudah berencana umrah untuk tetap berangkat, namun diimbau menggunakan maskapai direct flight seperti Lion Air dan Garuda.
Di tengah kabar baik ini, sebagian calon jamaah masih merasakan kekhawatiran. Sarifatun, warga Pajang, Laweyan, Solo, mengaku sempat takut melihat perkembangan konflik di Timur Tengah. "Situasi genting seperti ini membuat saya takut. Sempat kepikiran mau cancel saja, mundur ke Juli atau Agustus," katanya. Ia dijadwalkan berangkat umrah seusai Lebaran bersama delapan anggota keluarga. Seluruh administrasi telah selesai, namun ia masih mempertimbangkan keputusan akhir bersama keluarga. "Ya semoga tidak ada apa-apa kalau memang jadi berangkat," harapnya.











