Padang – Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Barat, Kota Padang, memperluas layanan publik sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga melalui sejumlah inovasi program. Terobosan ini dirancang agar urusan administrasi semakin mudah diakses, sekaligus menjadikan KUA sebagai pusat edukasi masyarakat.

Kepala KUA Padang Barat, Tasman, S.Sos.I, MM, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan pelayanan dengan dukungan sistem daring. Ia menilai kemudahan akses menjadi fokus utama agar masyarakat menerima layanan yang lebih cepat dan efisien.

“Semua sudah didukung dengan sistem online, sehingga pelayanan bisa lebih mudah dijangkau masyarakat,” kata Tasman.

Selain layanan administrasi, KUA Padang Barat juga menggandeng berbagai instansi dalam sejumlah program kolaboratif. Tasman menyebut langkah itu diarahkan untuk mendukung kesejahteraan warga, baik secara mental maupun jasmani.

Di bawah pembinaan Kementerian Agama Kota Padang, KUA Padang Barat menjalankan tujuh inovasi yang menyasar beragam kelompok masyarakat. Program itu mencakup calon pengantin, tenaga kesehatan, jamaah masjid, hingga lansia dan remaja.

Salah satunya SAHARA atau Sahabat Sehat Rohani dan Raga. Program ini berisi pembinaan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin agar memahami pentingnya kesehatan jasmani, pengetahuan agama, kesehatan reproduksi, serta kesiapan mental dan spiritual dalam membangun rumah tangga.

SAHARA juga menyentuh pegawai Puskesmas Padang Pasir melalui pembinaan dan penyuluhan. Dalam kegiatan itu, pegawai mendapat penguatan iman, pemahaman keagamaan, serta dorongan untuk lebih baik membaca Al Quran. KUA juga menggelar penyuluhan di posyandu agar ibu dan anak memperoleh edukasi kesehatan jasmani dan rohani.

Program lain adalah LIMIT PELITA atau Lima Belas Menit Peduli Lingkungan Kita. Inovasi ini mendorong terciptanya lingkungan kantor yang bersih, indah, dan nyaman, sekaligus membangun budaya kerja ASN yang peduli lingkungan.

KUA Padang Barat juga menjalankan KABA ZUHUR atau Kajian Qabla Zuhur. Kegiatan ini digelar setiap hari untuk menambah ilmu jamaah melalui kajian singkat, sekaligus membuat suasana masjid lebih hidup dan mendekatkan masyarakat pada layanan KUA.

Ada pula MANIS, singkatan dari Mengkaji Ilmu agama nikmat dalam Majelis. Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat belajar agama dan mendorong lahirnya majelis taklim yang aktif, inklusif, dan moderat di setiap kelurahan.

Program BELANJA atau Belajar Alquran Sampai Usia senja ditujukan bagi ibu-ibu lansia agar mampu membaca Al quran dengan baik dan benar. Inovasi ini diharapkan menumbuhkan semangat mencintai Al Quran hingga usia lanjut.

Selain itu, BUMY atau Bina Umat Melalui Yassinan mendorong jamaah lebih aktif dan rutin mengikuti kegiatan keagamaan. Program ini juga memperkuat kebersamaan, ukhuwah, dan kepedulian sosial, terutama di kalangan lansia.

Inovasi terakhir adalah MERATA atau Membina Remaja Ta’at Agama. Program ini menyasar remaja masjid dan pelajar agar memiliki akhlak mulia, taat beragama, serta terhindar dari pengaruh negatif zaman.

tasman menegaskan seluruh program itu disusun untuk memperkuat sinergi antara masjid, mushala, sekolah, dan masyarakat. Ia berharap rangkaian inovasi tersebut dapat melahirkan generasi Qurani sekaligus meningkatkan kepemimpinan islami di kalangan remaja Padang Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *