Jakarta – Pencemaran mikroplastik mengancam perairan Indonesia. Masalah ini dinilai serius karena berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Penelitian LIPI pada 2021 menunjukkan, hampir seluruh perairan Indonesia terpapar mikroplastik.Danau Toba,Laut Jawa,hingga Selat Makassar tak luput dari pencemaran.Penanganan mikroplastik dinilai masih terpusat. Padahal, peran aktif pemerintah daerah sangat penting untuk solusi jangka panjang.

Swedia menjadi contoh sukses pengelolaan mikroplastik. Negara itu menerapkan kebijakan lokal terintegrasi.

Sistem decentralized waste management diterapkan di Swedia. Pemerintah kota dan daerah memiliki wewenang besar mengelola limbah, termasuk plastik.

Skema Extended Producer Obligation (EPR) dan pemilahan sampah dari rumah tangga juga diterapkan ketat.Sejumlah daerah di Indonesia mulai mengurangi plastik. Denpasar, Surabaya, dan Banjarmasin telah memulai kebijakan tersebut.

Namun, langkah-langkah ini masih terbatas pada plastik makro. Mikroplastik belum tersentuh.

regulasi spesifik terkait mikroplastik masih minim. Kurangnya kapasitas pemantauan menjadi tantangan utama di daerah.

Pemerintah daerah berpotensi menjadi pelopor pengendalian mikroplastik. dukungan regulasi, political will, dan partisipasi masyarakat dibutuhkan.

Regulasi daerah dapat mencakup pelarangan produk rumah tangga yang mengandung mikroplastik. Kewajiban pemisahan sampah dan pembangunan fasilitas pengolahan limbah cair juga bisa diterapkan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan LSM penting. Riset lokal dan sosialisasi kepada masyarakat perlu digencarkan.

Literasi lingkungan sejak dini perlu ditanamkan di sekolah-sekolah daerah.

Indonesia sebagai negara maritim tidak bisa menunda tindakan lebih lama. Mikroplastik merusak ekosistem laut dan masuk ke rantai makanan manusia.

Pemerintah daerah harus menjadi penggerak utama. Bukan hanya pelaksana kebijakan nasional.

Pendekatan lokal berbasis data, teknologi terjangkau, dan partisipasi publik terbukti efektif. Swedia telah membuktikan hal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *