Jakarta – Kinerja segmen properti komersial PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dinilai masih solid karena tingkat okupansi pusat perbelanjaan tetap tinggi dan pipeline ekspansi memberi visibilitas pertumbuhan jangka panjang bagi emiten properti tersebut.

Analis MNC Sekuritas M Rudy Setiawan menyebut portofolio ritel PWON konsisten mempertahankan okupansi tinggi dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan ketahanan mal unggulan perusahaan di tengah tekanan makroekonomi.

Hingga kuartal I 2026, Kota Kasablanka tercatat berokupansi 100%. Sementara itu, Pakuwon Mall Jogja dan Pakuwon Mall Solo Baru masing-masing berada di level 95%, Royal Plaza 98%, Tunjungan Plaza 97%, serta Gandaria City, Pakuwon Mall Surabaya, dan Pakuwon Mall Bekasi berada pada kisaran 95%–96%.

“Dengan tingkat okupansi yang sudah mendekati penuh, pertumbuhan laba kini semakin bergeser dari penyerapan ruang baru menuju optimalisasi imbal hasil sewa (yield optimization). Ketersediaan ruang yang terbatas memperkuat posisi tawar PWON saat melakukan perpanjangan kontrak sewa, sehingga perseroan berpeluang membukukan rental reversion yang positif tanpa mengorbankan tingkat okupansi,” ujar Rudy.

Ia menilai konsep superblok terintegrasi, bauran penyewa yang beragam, serta tingginya kunjungan pengunjung di berbagai area tangkapan (catchment area) menjadi faktor yang menopang daya tawar perseroan dalam meningkatkan pendapatan berulang (recurring income).

MNC Sekuritas menilai portofolio ritel PWON yang telah matang akan terus menghasilkan pendapatan berulang yang stabil melalui optimalisasi tarif sewa, sekaligus menjaga margin yang sehat dalam jangka menengah.

Prospek pertumbuhan perseroan juga ditopang pipeline ekspansi yang dinilai jelas dan terukur. PWON menargetkan luas area sewa bersih atau net leasable area (NLA) ritel meningkat sekitar 34% dari 859.000 meter persegi menjadi sekitar 1,16 juta meter persegi pada 2035.

Kapasitas hotel juga diproyeksikan bertambah sekitar 76% dari 2.907 kamar menjadi 5.128 kamar pada 2031. Rencana ekspansi itu meliputi Pakuwon City Mall Phase 3 pada 2027, Pakuwon Mall Bekasi Phase 2 pada 2028, Pakuwon Mall Semarang pada 2030, Pakuwon Batam pada 2031, perluasan Gandaria City pada 2032, dan ekspansi Kota Kasablanka pada 2035.

“Berbeda dengan banyak pengembang di Indonesia yang masih bergantung pada peluncuran proyek residensial, pipeline PWON lebih difokuskan pada aset ritel dan perhotelan sehingga memperbesar basis pendapatan berulang,” kata Rudy.

Proyek yang baru mulai beroperasi, seperti Pakuwon Mall Bekasi, diperkirakan masih akan memasuki fase matang dan memberi kontribusi pendapatan secara bertahap bersama portofolio aset yang sudah stabil.

MNC Sekuritas menilai kombinasi antara meningkatnya pricing power dari aset yang sudah beroperasi dan pipeline pendapatan berulang yang panjang akan memperkuat visibilitas pertumbuhan laba perseroan dalam beberapa tahun mendatang.

Berdasarkan prospek tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham PWON dengan target harga Rp430 per saham, yang mencerminkan valuasi 2026 sebesar 8,7 kali dan price to book value (PBV) 0,8 kali.

Sejumlah risiko yang perlu dicermati investor meliputi melemahnya daya beli masyarakat yang dapat membatasi penjualan tenant dan kenaikan tarif sewa, perlambatan peningkatan okupansi pada aset ritel maupun hotel baru sehingga menunda pertumbuhan pendapatan berulang, serta kenaikan biaya konstruksi dan operasional yang berpotensi menekan margin dan tingkat pengembalian proyek.

Pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026, pukul 10.49 WIB, saham PWON berada di level Rp254 per saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *