Jakarta – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tidak memberikan komentar atas isu rencana pencatatan saham kedua atau dual listing di Bursa Saham Hong Kong, di tengah laporan bahwa perusahaan diduga sedang mencari bank untuk menangani penawaran saham tersebut. Perusahaan menyebut fokusnya tetap pada pelaksanaan strategi bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan.
Vice President Corporate Communications Amman Mineral Internasional, Kartika Octaviana, mengatakan perseroan tidak bisa menanggapi spekulasi yang beredar di pasar. Ia menegaskan perusahaan saat ini tetap menjalankan strategi yang telah ditetapkan.
“Kami juga terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” kata Kartika.
Isu dual listing itu sebelumnya mencuat setelah Bloomberg melaporkan bahwa AMMN tengah berupaya merekrut bank untuk menangani penawaran saham di Hong Kong. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena pembahasan masih bersifat pribadi.
Jika rencana tersebut benar berlanjut, AMMN berpotensi mengikuti langkah emiten tambang lain, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), yang pada Juni lalu menjual sekitar US$304 juta surat berharga penitipan saham Hong Kong atau Hong Kong Depositary Receipt (HKDRT) pada harga maksimum yang ditawarkan.
Di sisi lain, pasar saham Hong Kong memang masih menjadi tujuan sejumlah aksi korporasi meski indeksnya melemah pada 2026. Sepanjang periode itu, pasar tersebut telah menghimpun hampir US$35 miliar, termasuk pencatatan saham senilai US$3,1 miliar oleh pemasok Apple, Luxshare Precision Industry.
Seiring beredarnya kabar tersebut, saham AMMN terpantau menguat 0,85% ke level Rp3.540 per saham pada Senin (13/7). Namun, secara year to date (ytd), saham perusahaan masih terkoreksi 44,90%.










