Padang – Bank Nagari meningkatkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat terkait potensi peningkatan kejahatan siber yang membidik nasabah, khususnya pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Lonjakan transaksi digital selama periode ini membuka celah bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan berbagai modus penipuan.
Bank Nagari mencatat, momen liburan sering dimanfaatkan penjahat siber dengan mengemas penipuan secara meyakinkan dan mengatasnamakan institusi resmi, termasuk perbankan. Bentuk-bentuk penipuan yang kerap muncul antara lain:
Scam Promo, Penawaran diskon dan hadiah palsu dengan iming-iming keuntungan tidak wajar. Social Engineering, Pelaku berpura-pura sebagai petugas bank atau instansi resmi untuk mengelabui korban.
Phishing, Penyebaran tautan mencurigakan melalui WhatsApp, SMS, email, atau media sosial. Donasi Palsu, Penggalangan dana fiktif mengatasnamakan bank atau institusi terpercaya.
Tujuan utama pelaku adalah mencuri data sensitif seperti OTP (One-Time Password), PIN, password, atau informasi kartu, yang kemudian disalahgunakan untuk menguras rekening korban.
Guna melindungi diri dari ancaman ini, Bank Nagari mengimbau masyarakat untuk:
* Tidak mengklik tautan mencurigakan dari sumber yang tidak dikenal.
* Tidak memberikan OTP, PIN, atau password kepada siapapun.
* Mengakses layanan perbankan hanya melalui kanal resmi Bank Nagari.
* Segera melaporkan indikasi penipuan ke kantor Bank Nagari terdekat atau Nagari Call 150234.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menegaskan komitmen bank dalam menjaga keamanan transaksi nasabah.
“Bank Nagari terus memperkuat sistem keamanan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun, kewaspadaan nasabah tetap menjadi kunci utama untuk mencegah kejahatan siber, khususnya di momen libur panjang seperti Nataru,” ujarnya.
Bank Nagari berharap edukasi berkelanjutan ini dapat membantu masyarakat menikmati liburan dengan aman dan nyaman, serta terhindar dari jebakan penipuan digital.











