Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menyaring 171 saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun menggunakan indikator price-impact ratio untuk mendeteksi indikasi saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan indikator price-impact ratio menjadi kriteria tambahan dalam metodologi HSC. Seluruh saham berkapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun akan melalui proses penyaringan dengan indikator tersebut.
“Seluruh saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun, itu ada 171 saham. Atas 171 saham tersebut tentu kami cek price-impact ratio-nya, apakah tinggi atau rendah,” katanya dalam konferensi pers, Selasa.
Jeffrey menjelaskan, saham dengan price-impact ratio tinggi tidak otomatis masuk kategori HSC. BEI tetap melakukan penyaringan lanjutan untuk memastikan ada indikasi konsentrasi kepemilikan saham sebelum menetapkan status tersebut.
“Untuk saham-saham dengan price-impact ratio yang tinggi, tentu akan dilakukan screening terhadap potensi adanya high shareholding concentration,” jelas dia.
Selain indikator baru itu, BEI tetap menggunakan berbagai trigger factors dalam pengawasan. Faktor-faktor tersebut diberlakukan terhadap seluruh saham dan diterapkan secara insidental sesuai kebutuhan pengawasan.
Hasil penyaringan menunjukkan 37 saham memenuhi indikasi HSC berdasarkan metodologi baru. Dengan demikian, total saham yang masuk kategori HSC bertambah menjadi 51 saham.
“Sehingga total dihasilkan 37 saham yang memiliki indikasi high shareholding concentration,” tuturnya.
Jeffrey mengatakan penambahan indikator price-impact ratio merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan atas kebijakan HSC. Bursa juga menerima masukan dari pelaku pasar sebelum menetapkan perubahan metodologi tersebut.
Dia menegaskan penyusunan metodologi baru itu bukan respons terhadap hasil tinjauan lembaga pemeringkat internasional. Menurutnya, proses evaluasi sudah berlangsung selama beberapa pekan sebelum diumumkan kepada publik.
“Proses ini sudah kami lakukan cukup lama, sudah beberapa minggu proses ini berjalan dan hari ini bisa kami sampaikan kepada investor,” ucapnya.










