JakartaBursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak dapat menjadi konstituen indeks utama seperti LQ45, IDX30, IDX80, maupun indeks unggulan lainnya karena kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kesesuaian metodologi pemilihan saham indeks.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan ketentuan itu berlaku untuk seluruh saham yang memenuhi kriteria HSC, termasuk emiten yang masuk daftar berdasarkan metodologi baru dengan indikator price-impact ratio.

“Seluruh saham dalam kategori high shareholding concentration tidak akan kami masukkan dalam indeks utama di bursa seperti LQ45, IDX30, dan indeks utama lainnya,” ucap Jeffrey.

Jeffrey menjelaskan, saham yang sebelumnya sudah menjadi anggota indeks utama juga dapat dikeluarkan apabila kemudian ditetapkan sebagai saham HSC. Penghapusan dari indeks akan mengikuti jadwal evaluasi berkala masing-masing indeks.

“Seandainya ada di dalam indeks utama tentu akan kami keluarkan. Pengeluarannya mengikuti periode evaluasi,” kata Jeffrey.

BEI menjadwalkan evaluasi indeks LQ45 pada akhir Juli, dengan hasil yang mulai berlaku pada awal Agustus. Pengumuman daftar saham HSC disampaikan sebelum proses evaluasi tersebut agar dapat langsung digunakan dalam penilaian berkala.

“Hari ini kami menyampaikan itu supaya bisa digunakan dalam periode evaluasi LQ45 di akhir Juli. Demikian juga nanti seterusnya setiap tiga bulan,” ujar Jeffrey.

Meski demikian, status HSC tidak bersifat permanen. BEI memberi kesempatan kepada emiten untuk memperbaiki distribusi kepemilikan saham di publik sehingga dapat keluar dari kategori tersebut setelah evaluasi ulang.

“Kami membuka ruang untuk berdiskusi. Kalau perusahaan sudah melakukan distribusi saham yang lebih baik, silakan sampaikan kepada kami, kami akan screen ulang,” ucapnya.

Jika hasil peninjauan menunjukkan indikasi HSC sudah tidak ada, BEI akan mengumumkan pencabutan status HSC kepada publik. Dengan begitu, saham tersebut kembali memiliki peluang memenuhi syarat masuk ke indeks utama.

Sebagai informasi, BEI baru merevisi metodologi penentuan saham HSC dengan menambahkan indikator price-impact ratio. Perubahan metode itu membuat sebanyak 37 saham baru masuk ke dalam daftar HSC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *