Jakarta – Pemerintah bersikeras program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah investasi jangka panjang, meskipun Fitch Ratings khawatir akan membebani anggaran negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan implementasi masif MBG justru akan meningkatkan investasi.
"Ini adalah sebuah investasi," tegas Airlangga di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Airlangga menanggapi penilaian Fitch Ratings yang memasukkan program MBG dalam pertimbangan asesmen.
Menurutnya, studi Bank Dunia dan Rockefeller Foundation menunjukkan setiap investasi US$ 1 pada MBG yang dilaksanakan dengan baik dapat menghasilkan US$ 7.
"Banyak negara melakukan itu, bahkan Amerika pun melakukan itu," imbuhnya.
Fitch Ratings sebelumnya menurunkan proyeksi peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Rabu (4/3/2026).
Program MBG menjadi salah satu poin pertimbangan terkait potensi tekanan pada belanja negara.
Airlangga menjelaskan, belum ada evaluasi khusus terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini.
"MBG ini kan baru berjalan. Jadi kalau berjalan ya terus kita roll out (luncurkan)," ujarnya.
Fitch Ratings menyoroti rencana percepatan belanja ke semester I-2026 yang dapat menambah risiko terjadinya pelampauan anggaran.
Lembaga tersebut memproyeksikan defisit fiskal sebesar 2,9 persen dari PDB pada tahun 2025 akan berlanjut di tahun ini, melampaui target APBN 2026 sebesar 2,68 persen.











