padang – Pemerintah Kota Padang melakukan penyesuaian belanja daerah secara signifikan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan memproyeksikan angka belanja mencapai Rp3,21 triliun.Fokus utama penyesuaian ini terletak pada belanja modal yang melonjak drastis hingga 139,62 persen menjadi Rp529,42 miliar.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan nota keuangan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Jumat (3/7/2026). Ia menjelaskan bahwa kenaikan belanja ini diimbangi dengan proyeksi pendapatan daerah yang mencapai Rp3,06 triliun, atau meningkat 19,74 persen dari APBD awal sebesar Rp2,55 triliun.
“Rancangan Perubahan APBD TA 2026 ini memiliki keselarasan dengan Prioritas Perencanaan Pembangunan Nasional dan Prioritas perencanaan Pembangunan Pemerintah Provinsi sumatera Barat yang dikaitkan dengan Kebijakan Pembangunan Kota Padang Tahun 2026,” ujar Fadly di hadapan pimpinan DPRD.
Lonjakan pendapatan sebesar Rp504,53 miliar tersebut ditopang oleh kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp15,73 miliar dan pendapatan transfer yang mencapai Rp488,81 miliar. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakomodasi sisa SiLPA 2025, kebutuhan pemulihan pascabencana, serta mengikuti kebijakan transfer keuangan dari pemerintah pusat.
Terkait defisit belanja sebesar Rp146,71 miliar, Pemkot Padang menutupnya melalui surplus pembiayaan netto dengan nilai yang sama. Langkah ini diambil untuk memastikan struktur APBD perubahan tetap dalam kondisi berimbang.
Fadly menargetkan pembahasan rancangan ini dapat rampung tepat waktu. “Kami berharap kiranya rancangan perubahan APBD TA 2026 ini dapat disetujui bersama pada 13 Juli 2026, sehingga pada Agustus 2026 perubahan APBD dapat kita laksanakan,” pungkasnya.
Rapat paripurna yang dipimpin ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dewan, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Padang.











