Prancis – Bek timnas Prancis Ibrahima Konate menegaskan Les Bleus tidak takut menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026, karena duel itu akan menentukan satu tiket ke partai puncak dan mempertemukan dua tim yang sama-sama tampil kuat sepanjang turnamen.

Konate mengakui La Furia Roja adalah salah satu tim terbaik di ajang ini dan pantas mendapat respek. Namun, ia menegaskan Prancis akan datang dengan persiapan maksimal dan tanpa rasa gentar.

“Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya berpihak kepada kami,” kata Konate.

Bek Liverpool itu juga menilai kekuatan Spanyol tidak hanya bertumpu pada satu pemain, termasuk Lamine Yamal yang tampil menonjol di turnamen ini. Menurutnya, Prancis harus mewaspadai seluruh komposisi tim lawan.

“Spanyol adalah tim yang luar biasa dengan banyak pemain berkualitas. Jadi kami tidak akan hanya fokus kepada satu pemain, meskipun Lamine adalah pemain hebat,” ujarnya.

Bek Prancis lainnya, Maxence Lacroix, menyampaikan pandangan serupa dengan menekankan rasa hormat terhadap Spanyol tanpa mengurangi keyakinan timnya untuk lolos ke final. Ia menyebut performa Spanyol sejauh ini menjadi alasan utama mengapa mereka perlu diwaspadai.

“Saya tidak akan mengatakan takut, tetapi kami sadar dengan kualitas mereka. Mereka memenangkan hampir semua pertandingan, jadi kami menghormati mereka. Mereka memiliki banyak pemain berkualitas, tetapi kami ingin menang,” kata Lacroix.

Lacroix secara khusus menyoroti ancaman Lamine Yamal dari sisi sayap kanan. Pemain berusia 18 tahun itu dinilai mampu merepotkan banyak lawan melalui kecepatan dan kualitas serangannya.

“Lamine adalah pemain yang sangat bagus dan dia sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu menyulitkan banyak tim di Piala Dunia ini. Kami akan melakukan pekerjaan yang diperlukan untuk menghentikannya,” ujar Lacroix.

Laga Prancis kontra Spanyol akan mempertemukan dua kandidat kuat juara yang sama-sama tampil impresif sejak fase awal turnamen. Spanyol datang dengan catatan pertahanan yang sangat solid dan baru kebobolan satu gol sejak fase grup hingga perempat final.

Tim asuhan Luis de la Fuente itu juga memburu gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka. Di sisi lain, Prancis berstatus juara dunia 2018 dan finalis 2022, serta memiliki pengalaman menghadapi Spanyol dalam sejumlah turnamen besar, termasuk kekalahan di semifinal Euro 2024 dan UEFA Nations League musim lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *