Jakarta – Wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim kembali mencuat setelah Presiden FIFA Gianni Infantino membuka peluang untuk mengkaji usulan tersebut usai Piala Dunia 2026 rampung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Hingga kini, FIFA belum mengambil keputusan resmi dan baru akan mengevaluasi dampaknya setelah turnamen pertama dengan format 48 negara selesai digelar.
Infantino mengatakan pembahasan mengenai format baru masih terbuka, termasuk kemungkinan memperluas jumlah peserta menjadi 64 tim. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan harus mempertimbangkan tujuan utama Piala Dunia sebagai ajang yang mewakili seluruh dunia.
“Semua isu itu akan kami kaji setelah Piala Dunia selesai,” ujar Infantino kepada Blue Sport, dikutip dari BBC.
Menurut Infantino, Piala Dunia seharusnya memberi ruang bagi lebih banyak negara untuk bermimpi tampil di panggung tertinggi sepak bola. Ia menilai kesempatan itu penting agar perkembangan sepak bola tidak hanya terpusat di wilayah dengan tradisi kuat seperti Eropa dan Amerika Selatan.
“Saat menyelenggarakan Piala Dunia, yang penting adalah membuatnya untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi benar-benar untuk seluruh dunia. Setiap negara harus memiliki mimpi untuk bisa tampil di Piala Dunia,” katanya.
Infantino juga berpendapat bahwa semakin banyak negara yang mendapat kesempatan tampil, semakin besar pula dorongan bagi perkembangan sepak bola di tingkat global. Ia menyebut kualitas tim nasional di berbagai kawasan terus meningkat dan perlu diimbangi dengan akses yang lebih luas ke turnamen utama.
“Kualitas tim saat ini sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh dunia. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Presiden FIFA itu menambahkan bahwa format 48 peserta pada Piala Dunia 2026 sejauh ini dinilai berjalan baik. Ia mencontohkan capaian sembilan dari 10 wakil Afrika yang berhasil melaju ke babak gugur sebagai salah satu indikasi bahwa perluasan peserta memberi dampak positif.
“Pada Piala Dunia sebelumnya hanya ada lima tim dari Afrika. Itu menunjukkan betapa pentingnya memberi kesempatan kepada lebih banyak negara untuk berpartisipasi,” kata Infantino.
Meski begitu, usulan agar Piala Dunia diikuti 64 tim masih menuai perdebatan di kalangan pemangku kepentingan sepak bola dunia. Proposal resmi sebelumnya diajukan oleh CONMEBOL untuk Piala Dunia 2030, tetapi belum memperoleh persetujuan dari FIFA.
Sejumlah tokoh sepak bola juga menyatakan penolakan. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyebut format 64 tim sebagai “ide yang buruk” karena dinilai berpotensi menurunkan kualitas turnamen dan memengaruhi babak kualifikasi.
Senada, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa menilai penambahan peserta justru dapat menimbulkan “kekacauan”. Hingga saat ini, rencana Piala Dunia 64 tim masih berada pada tahap wacana dan belum menjadi keputusan resmi FIFA.










