DallasTimnas Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis 2-0 pada semifinal di Dallas, dan kemenangan itu disebut pelatih Luis de la Fuente sebagai bukti bahwa La Roja kembali menemukan semangat yang pernah mengantar mereka juara dunia pada 2010.

Spanyol tampil dominan sejak awal pertandingan dan membuka keunggulan lewat penalti Mikel Oyarzabal, sebelum Pedro Porro menambah gol pada babak kedua. Hasil tersebut sekaligus menghentikan laju Prancis yang sebelumnya menjadi salah satu tim paling produktif di turnamen.

De la Fuente menilai performa timnya menunjukkan bahwa Spanyol layak dipandang sebagai salah satu tim terkuat di dunia. “Pesan saya kepada para pemain adalah kami memang menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, tetapi mereka juga sedang menghadapi tim terbaik di dunia,” kata De la Fuente.

Ia menyebut keberhasilan mencapai final tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh kekompakan seluruh anggota skuad. Menurut dia, para pemain menunjukkan komitmen, solidaritas, dan talenta yang membuat permainan sulit menjadi tampak sederhana.

“Para pemain ini menunjukkan komitmen, solidaritas, dan talenta. Mereka membuat sesuatu yang sulit terlihat mudah. Mereka memiliki bakat dan sikap yang tepat terhadap kehidupan maupun olahraga,” ujar De la Fuente.

Pelatih berusia 64 tahun itu mengatakan suasana ruang ganti usai laga dipenuhi kebahagiaan dan mengingatkannya pada perjalanan Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Ia juga menyoroti sikap para pemain yang tetap bertahan untuk berlatih setelah pertandingan selesai.

“Saya melihat ruang ganti yang penuh kebahagiaan dan seluruh bangsa berada di belakang kami. Kami telah menghidupkan kembali semangat tahun 2010. Karakter tim ini terlihat dari para pemain yang tidak tampil tetap bertahan untuk berlatih setelah pertandingan selesai,” ucapnya.

De la Fuente menegaskan kekuatan terbesar Spanyol terletak pada budaya kerja sama yang dibangun di dalam tim. Ia mengatakan pemilihan orang-orang yang tepat di sekitar skuad menjadi faktor penting dalam menjaga arah dan tujuan bersama.

“Hal terpenting adalah memilih teman seperjalanan yang tepat. Jika salah memilih, Anda bisa mendapat masalah. Tim ini, bukan hanya pemain tetapi semua yang ada di dalamnya, bekerja menuju tujuan yang sama dengan antusiasme yang sama pula,” katanya.

Meski Spanyol telah menyamai rekor Italia dengan 37 laga beruntun tanpa kekalahan, De la Fuente menyebut timnya masih memiliki ruang untuk berkembang. Ia menegaskan proses panjang yang dijalani skuad menjadi dasar untuk tampil maksimal pada fase penting turnamen.

“Tim ini tidak pernah berhenti membuat saya kagum. Potensi kami untuk berkembang tidak ada batasnya. Semua ini adalah hasil dari proses panjang agar kami mencapai momen penting dalam kondisi terbaik,” ujarnya.

Spanyol kini menunggu pemenang semifinal antara Inggris dan Argentina untuk menentukan lawan di partai final. Jika menang, Spanyol akan meraih gelar Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah sukses pada edisi 2010.

Laga Inggris vs Argentina Dijaga Ketat 1.600 Polisi, Suporter Dua Negara Dilarang Bawa Simbol Politik

Lionel Messi Sangat Bahagia Jelang Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *