Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menambah Dana transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp195,1 miliar untuk mendukung 75 kegiatan di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK).Dari total kegiatan tersebut, saat ini 13 sudah berkontrak, empat telah terbit Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ), 42 dalam evaluasi E-Katalog, delapan tayang di E-Katalog, dan delapan masih dalam tahap perencanaan.

Kepala Dinas SDABK Sumbar, Rifda Suriani menyatakan bahwa tambahan dana ini difokuskan pada pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. “Anggaran ini digunakan untuk pembangunan tanggul sungai, pengamanan pantai, pemeliharaan sungai hingga rehabilitasi jaringan irigasi serta bendung yang rusak akibat bencana,” ujarnya.

Sebanyak Rp115,34 miliar dialokasikan khusus untuk bidang sungai dan pengamanan pantai. Rinciannya meliputi pembangunan tanggul senilai Rp106,88 miliar serta pengaman pantai sebesar Rp6,73 miliar. Selain itu ada anggaran untuk pemeliharaan sungai sekitar Rp933 juta dan penyusunan dokumen teknis konstruksi bendungan serta bangunan penampung air lainnya.Rifda menjelaskan dari 40 kegiatan di kelompok tersebut per tanggal 5 Agustus lalu sebanyak 24 masih dalam evaluasi E-Katalog sementara delapan sudah tayang. Delapan lainnya sedang proses input draf E-Katalog. “Kami terus mempersiapkan dokumen agar proses pengadaan berjalan lancar sesuai aturan sehingga pelaksanaan bisa segera dimulai,” tambahnya.

Sementara itu bidang irigasi mendapat alokasi dana sebesar Rp49,60 miliar yang terbagi antara rehabilitasi jaringan irigasi permukaan senilai Rp41,52 miliar dan rehabilitasi bendung irigasi sekitar Rp7,95 miliar. Ada pula anggaran kecil untuk penyusunan rencana teknis konstruksi irigasi dan rawa.

Rifda optimistis seluruh programme akan selesai tepat waktu meski sebagian besar masih dalam masa tayang di E-Katalog per awal Agustus lalu. Ia juga merinci sejumlah proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di berbagai kabupaten seperti Padang Pariaman dengan nilai proyek mencapai miliaran rupiah serta panjang penanganan mencapai ribuan meter.

Untuk rehabilitasi bendung terdapat dua lokasi utama yakni Bendung Batang Lampasi di Limapuluh Kota dengan alokasi dana Rp1,5 miliar serta Bendung Batang Talawi di Payakumbuh senilai Rp3 miliar.

Menurut Rifda upaya ini bertujuan menjaga keberlanjutan fungsi jaringan pengairan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat terutama sektor pertanian sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh.

Secara keseluruhan Pemprov Sumbar menerima tambahan TKD tahun ini sebesar hampir setengah triliun rupiah atau tepatnya Rp534,98 miliar. Dari jumlah tersebut lebih dari sepertiga dialokasikan ke Dinas SDABK guna membiayai berbagai program infrastruktur sumber daya air yang kini tengah berjalan mulai dari kontrak hingga tahap perencanaan maupun proses lelang elektronik melalui E-Katalog.

Pemerintah daerah memastikan penggunaan dana tambahan tersebut diawasi ketat agar setiap kegiatan terlaksana sesuai target dan memberikan dampak positif nyata bagi peningkatan kualitas infrastruktur sekaligus pelayanan kepada masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *