Padang – Sekretaris Jenderal DPP PKPS Bakri Maulana, SE, MP, meninjau langsung aktivitas pedagang di Pasar Raya Padang dan sentra kuliner kota Padang, Kamis (16/7/2026).Dalam kunjungan itu, ia juga mencicipi sejumlah kuliner khas Minang serta melihat potensi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Bakri yang akrab disapa Pak BM datang didampingi istri,bunda Def,dan seorang kerabat. Berpakaian polo krem, ia berjalan santai menyusuri lapak pedagang sambil beberapa kali berbaur dengan pembeli di tengah ramainya suasana pasar.
Sejumlah produk lokal menarik perhatiannya, mulai dari lamang tapai, aneka kue basah berbungkus hijau, hingga rambutan, pisang, dan lengkeng. Di salah satu lapak, Bakri sempat berswafoto dan mengacungkan jempol saat bercengkerama dengan pedagang.
Bakri menilai Pasar Raya Padang bukan sekadar tempat jual beli, melainkan juga ruang penting bagi ekonomi masyarakat sekaligus etalase budaya Minang. Ia mengatakan, hidupnya kuliner di pasar akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi UMKM.
“Pasar Raya ini bukan hanya tempat jual beli, ini nadi ekonomi rakyat dan etalase budaya Minang. kalau kulinernya hidup, ekonomi UMKM juga hidup,” ujar Bakri.
Ia menambahkan, Pasar Raya Padang punya peluang besar berkembang sebagai destinasi wisata kuliner. Karena itu, menurut dia, kunjungan tersebut ia lakukan untuk melihat langsung kondisi pedagang kecil sekaligus merasakan cita rasa asli yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.
“kita harus bangga dengan kuliner kita sendiri. Rasanya juara, harganya merakyat.Tugas kita bersama bagaimana menjaga kebersihan, penataan, dan mempromosikan pasar Raya agar makin dicintai generasi muda,” katanya.
Kehadiran Bakri disambut antusias para pedagang. Setelah hampir satu jam berkeliling, ia terlihat membawa beberapa bungkusan kuliner Minang untuk dibawa pulang.
Bakri berharap Pemerintah Kota Padang memberi perhatian serius terhadap revitalisasi pasar tradisional agar tetap menjadi kebanggaan masyarakat.
Usai dari Pasar Raya, Bakri melanjutkan kunjungan ke lapak durian di pinggir jalan. Di lokasi itu, ia berbincang akrab dengan pedagang sambil memperhatikan deretan durian yang digelar di atas alas hijau di trotoar.
Tak hanya melihat,Bakri juga membeli dan mencicipi durian di tempat. Aroma khas buah itu membuatnya cukup lama berada di lapak tersebut.“Durian di sini manisnya pas, daging tebal. Kita harus dukung pedagang buah lokal seperti ini,” ujarnya singkat sambil tersenyum.











