Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Korps Bhayangkara dengan merotasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah.

Kebijakan strategis ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 dan Keputusan Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026.

Langkah ini diambil hanya sehari setelah Jenderal Suyudi resmi memegang tongkat komando kepolisian nasional.

Sebanyak 19 posisi Kapolda di berbagai wilayah Indonesia mengalami pergantian pimpinan dalam mutasi tersebut.

Salah satu perubahan paling krusial terjadi di Polda Metro Jaya, di mana Irjen Pol Dadang Hartanto ditunjuk sebagai Kapolda menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang kini menjabat Irwasum Polri.

Selain itu, rotasi juga menyentuh sejumlah wilayah strategis seperti Jawa Barat yang kini dipimpin Irjen Pol Hengki, serta Jawa Timur yang dipercayakan kepada Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Perubahan pimpinan juga terjadi di Sumatera, di antaranya Polda Riau yang dipimpin Irjen Pol Arman Achdiat, Polda Sumatera Barat oleh Irjen Pol Jawari, hingga Polda Sumatera Utara yang kini dipimpin Brigjen Pol Sonny Irawan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran dan pembinaan karier.

Ia menegaskan agar seluruh personel yang mendapat jabatan baru segera melakukan penyesuaian diri serta memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Selain 19 Kapolda, mutasi ini turut menggeser sejumlah pejabat utama di Mabes Polri, termasuk posisi Kabareskrim Polri yang kini diisi Irjen Pol Asep Safrudin serta Kabaharkam Polri yang dijabat Irjen Pol Hery Heryawan.

Para pejabat baru kini dihadapkan pada tantangan karakteristik wilayah yang beragam untuk melanjutkan program kepolisian yang sudah berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *