Padang – Pemerintah Kota Padang berupaya mempercepat penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi sungai pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada November 2025.
Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko banjir berulang yang kerap meresahkan masyarakat melalui pengerukan sedimentasi, penguatan tanggul, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan urgensi penanganan terpadu saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (11/10/2026).
Fadly mendesak agar pengerukan sedimentasi dilakukan secara masif, bahkan membuka peluang pelibatan pihak swasta agar pemulihan berjalan lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Reski Wahyudi memastikan bahwa pekerjaan fisik untuk Sungai Batang Kuranji, Sungai Air Dingin, serta sejumlah anak sungai dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026.
Reski menekankan bahwa pengendalian banjir berskala besar memerlukan perencanaan teknis matang, mengingat skala bencana kali ini berkali lipat lebih besar dibandingkan periode 2011–2012.
Proses pemulihan ini juga menyentuh aspek krusial terkait kebijakan relokasi warga dan pembebasan lahan di kawasan terdampak.
Fadly Amran menyatakan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk memfasilitasi proses pembebasan lahan agar pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak terhambat.
Sinergi antara pemerintah kota dan BWS Sumatera V dinilai menjadi kunci, terutama setelah evaluasi menunjukkan bahwa upaya penanganan yang dilakukan sejauh ini mulai membuahkan hasil positif.
Meski curah hujan pada 3 Agustus 2026 tercatat lebih tinggi, dampak kerusakan yang ditimbulkan dinilai jauh lebih rendah dibandingkan bencana sebelumnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy TRD, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Malvi Hendri untuk memperkuat koordinasi teknis.











