Solok – Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus digenjot Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui evaluasi akreditasi di RSUD Mohammad Natsir.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menuntut rumah sakit tersebut untuk mempertahankan predikat Paripurna sekaligus melakukan perbaikan berkelanjutan demi masyarakat.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat pembukaan penilaian akreditasi oleh tim Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) dan Kementerian Kesehatan, Kamis (15/10/2026).
Menurut Mahyeldi, rumah sakit harus fokus pada mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta keramahan tenaga kesehatan, bukan hanya sekadar kelengkapan fasilitas.
Ia menekankan bahwa keramahan dan kepedulian tenaga kesehatan menjadi poin krusial dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
RSUD Mohammad Natsir memegang peran strategis sebagai pusat rujukan bagi wilayah Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, hingga Padang Panjang.
Posisi rumah sakit yang berada di jalur lintas Sumatera juga menjadikannya garda terdepan dalam melayani masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah.
Gubernur berharap proses penilaian ini menjadi momentum evaluasi objektif agar kekurangan yang ada dapat segera diperbaiki demi memberikan manfaat nyata bagi publik.
“Kita berharap proses ini memberikan masukan yang konstruktif, sehingga peningkatan mutu pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Mahyeldi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Surveior LARS DHP, dr. Rini Susilowati, M.Kes., M.M., M.H., FISQua, mengaku mengapresiasi penuh dukungan Gubernur Sumbar.
Rini menjelaskan bahwa timnya hadir tidak hanya untuk menilai, tetapi juga memberikan bimbingan terkait standar mutu, keselamatan pasien, hingga penerapan rekam medis elektronik.
Proses akreditasi ini dijadwalkan melalui pemeriksaan dokumen daring pada 15 Oktober, yang dilanjutkan dengan peninjauan lapangan pada Minggu (18/10/2026).
Tim penilai yang terdiri atas dr. Rini Susilowati, dr. Hendrianto, M.Ked(PA), Sp.PA, serta Ns. Yulia, S.Kep., FISQua, akan membedah berbagai aspek operasional rumah sakit.
Mulai dari tata kelola, pelayanan pasien, manajemen fasilitas, hingga pencegahan infeksi akan menjadi poin penilaian utama dalam proses akreditasi tersebut.











