Padang – Pemerintah Kota Padang kini tengah menggenjot proyek revitalisasi kawasan Kota Tua untuk membangkitkan kembali memori sejarah kota sebagai pusat perdagangan masa kolonial.

Proyek yang menyasar kawasan Pondok dan Muaro ini diharapkan dapat mengembalikan citra historis kota, sekaligus memperbaiki estetika ruang publik melalui penataan infrastruktur.

Wartawan senior Khairul Jasmi dalam tulisannya menyoroti bahwa realisasi penataan kawasan ini merupakan langkah progresif setelah sempat tertunda selama bertahun-tahun sejak ia masih menjadi reporter.

“Waktu saya masih reporter rencana revitalisasi kota tua sudah disampaikan. Tapi, Padang yang makin berumur rencana tak juga jadi kenyataan,” ungkap Khairul.

Kawasan Pondok sendiri memiliki jejak sejarah panjang sebagai pusat ekonomi, sebagaimana tercatat dalam surat kabar Sumatra-Courant tahun 1899 yang memuat berbagai iklan usaha ternama seperti Chatelin & Co.

Selain itu, bukti aktivitas ekonomi dan pers di kawasan tersebut terekam dalam arsip Soenting Melajoe tahun 1912 mengenai perpindahan percetakan Orang Alam Minangkabau.

Saat ini, pekerjaan fisik di Jalan Klenteng dan Jalan Muaro tengah difokuskan pada pemasangan batu andesit dengan target penyelesaian kontrak pada 12 November 2026.

Tantangan utama di lapangan meliputi kondisi bangunan tua yang kusam serta keberadaan kabel yang melintang, sehingga rencana penempatan kabel bawah tanah menjadi krusial untuk estetika kawasan.

Khairul menekankan agar pemerintah tetap menjaga kesinambungan proyek ini agar tidak mangkrak di tengah jalan.

“Jangan terbengkalai pula, Pak Wali,” tegasnya mengingatkan pentingnya keberlanjutan pembangunan.

Selain Kota Tua, pemerintah juga sedang melakukan penataan di Pasar Raya, termasuk perbaikan kawasan air mancur dan area basement Blok 2 dan 3 yang progresnya telah mencapai 92,75 persen.

Pembangunan fasilitas pendukung juga menyasar kawasan Pantai Padang, dengan pengerjaan taman dan jalur pejalan kaki yang terus dipacu progresnya.

Kendati demikian, sejumlah proyek di beberapa titik masih tercatat memiliki progres di bawah target rencana, seperti penataan jalan di sekitar Pasar Raya.

Khairul berharap penataan fisik yang dilakukan pemerintah tidak hanya sebatas pembangunan, tetapi juga dibarengi dengan pengelolaan yang konsisten agar kawasan tersebut tidak kembali semrawut.

Ia menutup catatan refleksinya dengan sebuah harapan agar Padang tetap terjaga sebagai kota yang memiliki sejarah panjang di tengah arus perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *